Kuliner

Sering Makan Pedas? Ini 5 Kebiasaan Makan yang Diam-diam Merusak Lambung

Waspada makanan pedas hingga garam berlebih yang bisa merusak lambung dan picu kanker.

KamiBijak.com, Hiburan - Makanan dengan cita rasa pedas dan gurih telah lama menjadi favorit banyak orang, termasuk masyarakat Indonesia. Sensasi panas dan bumbu yang kuat kerap membuat selera makan meningkat. Namun di balik kenikmatannya, sejumlah jenis makanan dan kebiasaan makan ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan lambung jika dikonsumsi secara berlebihan.

Para ahli menilai bahwa pola makan yang tidak seimbang, terutama kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu dalam jangka panjang, dapat memicu iritasi hingga kerusakan pada saluran pencernaan. Oleh karena itu, memahami faktor risiko sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan lambung dan mencegah penyakit serius di kemudian hari.

Berikut lima jenis makanan dan kebiasaan yang berpotensi merusak lambung.

  1. Makanan Pedas dan Asinan
    Makanan pedas serta asinan sangat populer di berbagai budaya. Meski rempah memiliki manfaat, konsumsi pedas berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung. Iritasi yang terjadi terus-menerus berisiko memicu perubahan pada sel dinding lambung. Selain itu, makanan asinan umumnya tinggi garam dan minyak, yang dapat mengganggu keseimbangan asam lambung serta mengikis lapisan pelindungnya jika sering dikonsumsi.

 

  1. Asupan Garam yang Terlalu Tinggi
    Garam memang penting untuk memberi rasa pada makanan, tetapi konsumsi berlebihan dapat melemahkan lapisan mukosa lambung. Kondisi ini membuat lambung lebih rentan terhadap infeksi bakteri, termasuk Helicobacter pylori yang berperan dalam pembentukan tukak lambung dan kanker lambung. Mengurangi penggunaan garam harian menjadi salah satu cara sederhana untuk melindungi kesehatan pencernaan.

 

  1. Makanan Diasap dan Dibakar
    Teknik memasak dengan cara diasap atau dibakar sering menghasilkan aroma dan rasa khas. Namun proses ini dapat membentuk senyawa karsinogenik seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Paparan zat tersebut dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, terutama pada sistem pencernaan. Membatasi konsumsinya dan memilih metode memasak yang lebih aman bisa menjadi pilihan bijak.

(Foto : Dok. Ai Care)

 

  1. Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol
    Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan tidak hanya berdampak pada paru-paru dan hati, tetapi juga lambung. Zat beracun dalam rokok dapat merusak lapisan lambung, sementara alkohol melemahkan daya tahan tubuh dan memperlambat perbaikan jaringan. Kombinasi keduanya meningkatkan risiko kerusakan lambung secara signifikan.

 

  1. Minim Buah dan Sayuran
    Buah dan sayuran kaya antioksidan yang membantu melawan peradangan dan kerusakan sel. Pola makan yang didominasi makanan pedas, asin, dan berlemak sering membuat asupan buah serta sayuran terabaikan. Kekurangan vitamin dan antioksidan ini dapat meningkatkan risiko gangguan lambung. Mengonsumsi buah dan sayur segar setiap hari penting untuk menjaga kesehatan lambung secara menyeluruh.

Menjaga keseimbangan pola makan dan menghindari konsumsi berlebihan menjadi kunci utama agar lambung tetap sehat. (Restu)

Sumber : Detik Food