Travel

Nyepi 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal dan Tradisi Perayaannya

Hari Raya Nyepi 2026 jatuh pada 19 Maret. Simak penjelasan tanggal libur Nyepi serta rangkaian tradisi yang dilakukan umat Hindu.

Kamibijak.com, Travel - Hari Raya Nyepi merupakan salah satu hari suci bagi umat Hindu yang dirayakan sebagai Tahun Baru Saka. Perayaan ini identik dengan suasana hening karena seluruh aktivitas dihentikan selama satu hari penuh sebagai bentuk refleksi diri dan penyucian spiritual. 

 

Pada tahun 2026, Hari Raya Nyepi jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Tanggal tersebut menandai pergantian Tahun Baru Saka 1948 yang diperingati oleh umat Hindu di Indonesia, terutama di Bali. 

 

Saat Nyepi berlangsung, berbagai aktivitas publik dihentikan selama 24 jam. Di Bali, kendaraan tidak diperbolehkan beroperasi, toko dan tempat usaha tutup, bahkan bandara menghentikan penerbangan sementara. Suasana hening ini menjadi momen bagi umat Hindu untuk bermeditasi, berdoa, dan melakukan introspeksi diri. 

 

Jadwal Libur Nyepi 2026

Libur Nyepi biasanya terdiri dari dua hari, yaitu cuti bersama dan hari raya itu sendiri. Berdasarkan kalender libur nasional, berikut jadwalnya:

 

  • Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Hari Suci Nyepi
  • Kamis, 19 Maret 2026: Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948

 

Dengan adanya cuti bersama tersebut, masyarakat dapat menikmati libur selama dua hari berturut-turut.

 

Rangkaian Tradisi Nyepi

Perayaan Nyepi tidak hanya berlangsung pada hari puncaknya saja. Ada beberapa rangkaian upacara yang dilakukan sebelum dan sesudah hari hening tersebut.

 

  1. Upacara Melasti

Melasti merupakan ritual penyucian diri dan benda-benda sakral. Umat Hindu biasanya membawa perlengkapan upacara ke laut atau sumber air untuk disucikan secara spiritual. 

 

  1. Tawur Kesanga

Upacara ini dilakukan sehari sebelum Nyepi untuk menyeimbangkan alam dan mengusir energi negatif. Biasanya dilaksanakan di perempatan jalan dengan berbagai sesaji dan doa bersama. 

 

  1. Pawai Ogoh-Ogoh

Pada malam sebelum Nyepi, masyarakat mengarak patung besar bernama ogoh-ogoh yang melambangkan sifat buruk manusia. Setelah diarak, patung tersebut biasanya dibakar sebagai simbol menghilangkan energi negatif. 

 

  1. Hari Raya Nyepi

Pada hari puncak, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan utama: tidak menyalakan api atau cahaya, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak bersenang-senang. 

 

  1. Ngembak Geni

Sehari setelah Nyepi, umat Hindu merayakan Ngembak Geni dengan saling memaafkan dan mempererat hubungan dengan keluarga maupun kerabat. 

 

Hari Raya Nyepi menjadi salah satu perayaan unik di dunia karena seluruh wilayah Bali benar-benar hening tanpa aktivitas selama satu hari penuh. Tradisi ini tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga mengajarkan pentingnya introspeksi diri, kedamaian, dan keseimbangan hidup.  (Sindi/ PKL)

 

Sumber: Traveloka 

Restu Lestari
Restu Lestari (Rei) Tuli Content Officer yang berfokus pada pembuatan dan pengelolaan konten seputar disabilitas, pendidikan inklusif, dan isu sosial agar masyarakat menjadi sadar dan peka tentang pentingnya inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.