KamiBijak.com, Hiburan – Industri hiburan Tiongkok kembali menghadirkan serial kolosal berlatar sejarah yang menarik perhatian para pecinta drama Asia. Jika Anda sedang mencari rekomendasi drama China kerajaan romantis terbaik pertengahan tahun ini, serial Blossoms of Power (Bai Hua Sha) menjadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan.
Serial yang diadaptasi dari novel web Wo Hua Kai Hou Bai Hua Sha karya Jin Huang ini mempertemukan Meng Ziyi dan He Yu sebagai pemeran utama. Disutradarai oleh Zhong Qing, drama sepanjang 36 episode ini menyajikan gabungan antara kisah pembantaian keluarga, perebutan kekuasaan istana, serta aliansi romansa yang lahir di tengah persaingan politik.
Sinopsis Blossoms of Power: Penyamaran Berdarah Dingin dan Aliansi Muslihat
Alur cerita Blossoms of Power berfokus pada sosok Gu Qingzhi (Meng Ziyi), satu-satunya anggota keluarga yang berhasil selamat dari tragedi pembantaian berdarah. Demi membalas dendam dan mengungkap dalang di balik kehancuran keluarganya, ia bangkit kembali ke pusaran konflik kekaisaran menggunakan identitas baru sebagai Shen Xihe, Putri dari Wilayah Barat Laut.
Peristiwa kelam masa lalu mengubah kepribadiannya secara drastis. Sosok Gu Qingzhi yang dahulu dikenal hangat dan ceria bertransformasi menjadi Shen Xihe yang dingin, cerdas, dan penuh perhitungan taktis. Kehadirannya di ibu kota didorong oleh tekad tunggal, yakni merebut kembali kendali atas takdir hidupnya dan menolak dijadikan bidak catur politik kekuasaan.
Baca juga:
8 Drama China Kerajaan Romantis Terbaik yang Bikin Baper dan Wajib Ditonton
Langkah taktis Shen Xihe kemudian membawanya bertemu dengan Putra Mahkota, Xiao Huayong (He Yu). Di hadapan publik istana, Xiao Huayong selalu menampilkan citra pangeran yang berfisik lemah, penyakitan akibat racun masa kecil, dan tidak berdaya.
Namun di balik penampilan rapuh tersebut, sang Putra Mahkota sebenarnya menyembunyikan kecerdasan tajam dan mampu membaca peta pengkhianatan di pengadilan kerajaan. Ketika takdir saling menautkan kepentingan masing-masing, persaingan dingin mereka berubah menjadi aliansi taktis. Keduanya menyatukan kekuatan dan strategi untuk membongkar konspirasi besar kekaisaran sembari membiarkan benih-benih romansa tumbuh di antara mereka.
