Kamibijak.com, Kuliner - Saat berbuka puasa, banyak orang memilih minuman segar untuk menghilangkan dahaga setelah seharian menahan lapar dan haus. Salah satu pilihan yang sering dikonsumsi adalah jus buah. Namun muncul pertanyaan, apakah jus untuk menu buka puasa aman dikonsumsi?
Secara umum, jus buah memang bisa menjadi pilihan minuman saat berbuka puasa karena mengandung vitamin, mineral, dan cairan yang membantu menghidrasi tubuh. Namun, para ahli mengingatkan agar konsumsi jus tidak berlebihan, terutama jika ditambahkan gula dalam jumlah banyak.
Jus yang dibuat dari buah segar dapat memberikan energi dengan cepat karena mengandung gula alami seperti fruktosa. Kandungan ini dapat membantu tubuh memulihkan energi setelah seharian berpuasa. Meski begitu, jika jus diberi tambahan gula atau sirup, kadar gula yang masuk ke tubuh bisa meningkat secara signifikan.
Selain itu, buah yang dikonsumsi dalam bentuk jus cenderung lebih mudah diminum dalam jumlah besar dibandingkan buah utuh. Hal ini dapat menyebabkan seseorang mengonsumsi lebih banyak gula tanpa disadari. Karena itu, ahli menyarankan agar jus dikonsumsi dalam porsi wajar dan tidak terlalu sering dijadikan minuman utama saat berbuka.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, jus dapat dibuat tanpa tambahan gula atau menggunakan campuran sayuran. Jus sayuran cenderung memiliki kadar gula lebih rendah dibandingkan jus buah sehingga lebih aman bagi kesehatan jika dikonsumsi secara rutin. Selain itu, air kelapa juga bisa menjadi pilihan minuman yang baik untuk menggantikan cairan tubuh setelah berpuasa.
Para ahli juga menyarankan agar berbuka puasa tidak hanya mengandalkan minuman manis. Tubuh tetap memerlukan asupan makanan yang seimbang seperti karbohidrat, protein, dan serat untuk memulihkan energi secara optimal setelah berpuasa seharian.
Dengan kata lain, jus untuk menu buka puasa sebenarnya aman dikonsumsi, selama dibuat dari bahan segar, tanpa tambahan gula berlebih, dan tidak diminum dalam jumlah terlalu banyak. Mengkombinasikannya dengan makanan sehat lainnya juga penting agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi selama bulan puasa. (Sindi/ PKL)
Sumber: CNN Indonesia
