Kuliner

Jangan Asal Makan! Kenali Jenis Kerupuk yang Berbahaya untuk Dikonsumsi

Kenali jenis kerupuk yang mengandung risiko kesehatan dan cara memilih yang lebih aman.

KamiBijak.com, Kuliner - Siapa yang tidak tahu kerupuk. Kerupuk adalah salah satu pelengkap hidangan yang paling populer di Indonesia. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat orang susah menolak untuk memakannya. Namun siapa sangka, tidak semua jenis kerupuk aman untuk dikonsumsi jangka panjang. Simak beberapa tanda kerupuk yang harus diwaspadai!

 

1. Warna yang terlalu mencolok

Kerupuk sering kali terlihat menarik lewat warnanya. Biasanya kerupuk berwarna merah, kuning atau oranye. Namun kerupuk dengan warna yang terlalu mencolok layak dicurigai, karena warna tersebut bisa berasal dari bahan pewarna kimia.

 

2. Tekstur sangat renyah dan tahan lama

Kerupuk yang terlalu renyah dan tahan berhari-hari bisa jadi mengandung boraks atau bahan bahaya lainnya agar meningkatkan daya tahan renyah dari kerupuk tersebut. Umumnya, kerupuk akan melempem jika terpapar udara dalam jangka waktu tertentu.

 

3. Timbul rasa tidak nyaman di tenggorokan

Jika setelah mengkonsumsi kerupuk tenggorokan terasa gatal dan mengganjal, bisa jadi kerupuk tersebut mengandung lilin atau plastik yang bisa menimbulkan iritasi. Jika mengalami hal ini, sebaiknya hindari jenis kerupuk tersebut kedepannya.

 

4. Sulit dihancurkan

Umumnya, kerupuk dengan kualitas yang baik akan mudah dihancurkan menggunakan tangan. Namun jika kerupuk terlalu keras dan tidak mudah dihancurkan, maka ada kemungkinan kerupuk dicampur dengan bahan tambahan tertentu. 

 

5. Mengeluarkan aronya menyengat ketika dibakar

Kerupuk DIbakar (foto : Grid.id)

Cara yang paling sederhana untuk menguji kualitas kerupuk adalah dengan cara membakarnya. Jika mengeluarkan aroma yang menyengat dan tajam saat dibakar, biasanya kerupuk tersebut mengandung plastik atau lilin. Karena, kerupuk yang aman hanya akan berbau seperti makanan biasa. 

 

Tips memilih kerupuk yang aman

  1. Pilih kerupuk dari produsen atau merek yang terpercaya
  2. Hindari kerupuk yang warnanya terlalu mencolok
  3. Perhatikan reaksi tubuh setelah mengkonsumsi kerupuk
  4. Simpan kerupuk di wadah tertutup agar tidak cepat melempem
  5. Selalu prioritaskan kualitas bahan daripada sekedar kerenyahan (Keisha/MG)

 

Sumber : Kompas