Berita

Insinyur Jerman Cetak Sejarah: Terbang ke Luar Angkasa dengan Kursi Roda

Insinyur asal Jerman jadi kursi roda pertama yang terbang ke luar angkasa, membuka peluang inklusi ruang angkasa.

KamiBijak.com, Berita - Sejarah penjelajahan luar angkasa kembali mencatat momen penting yang menandai langkah baru dalam inklusi dan aksesibilitas. Seorang insinyur asal Jerman, Michaela Benthaus, resmi menjadi penumpang kursi roda pertama yang berhasil terbang ke luar angkasa setelah mengikuti penerbangan suborbital bersama perusahaan wisata antariksa Blue Origin milik Jeff Bezos. Perjalanan luar biasa ini terjadi pada 20 Desember 2025, ketika Benthaus dan lima penumpang lain lepas landas menggunakan pesawat antariksa New Shepard NS-37.

Benthaus, seorang insinyur bidang kedirgantaraan dan mekatronika yang bekerja dengan European Space Agency (ESA), mengalami cedera tulang belakang akibat kecelakaan mountain biking pada 2018 yang membuatnya tidak lagi bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda secara permanen. Meski menghadapi tantangan fisik, ia tetap mengejar impiannya untuk terlibat dalam dunia antariksa, dan akhirnya mencapai tonggak sejarah yang belum pernah tercapai sebelumnya.

Keberangkatan Benthaus ke luar angkasa merupakan bagian dari program New Shepard, roket suborbital yang dirancang oleh Blue Origin untuk membawa penumpang melewati batas ruang angkasa internasional yang dikenal sebagai Kármán line, kurang lebih 100 kilometer di atas permukaan Bumi. Selama sekitar 10 menit perjalanan, kapsul roket membawa Benthaus dan rekan-rekannya melewati keadaan tanpa bobot (microgravity) sebelum kembali mendarat di Texas, Amerika Serikat.

Perjalanan tersebut bukan sekadar pengalaman penumpang biasa; bagi Benthaus, ini menjadi simbol penting bahwa akses ke ruang angkasa bisa semakin inklusif, tidak terbatas pada individu tanpa disabilitas fisik. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pintu eksplorasi luar angkasa tidak hanya untuk para astronot tradisional tetapi juga dapat dibuka bagi mereka yang selama ini menghadapi hambatan fisik.

Peran Blue Origin dalam penerbangan ini juga mencerminkan pergeseran dalam industri antariksa komersial. Platform wisata luar angkasa seperti New Shepard bukan hanya membuka peluang baru bagi wisatawan kaya untuk mengalami luar angkasa, tetapi juga memberikan jendela penting bagi usaha meningkatkan keberagaman peserta dalam perjalanan antariksa.

Benthaus sendiri dikenal bukan hanya sebagai insinyur, tetapi juga sebagai advokat bagi penyandang disabilitas yang ingin melihat dunia, dan antariksa, lebih terbuka bagi siapa saja. Melalui pencapaian ini, ia berharap dapat menginspirasi orang lain dengan disabilitas untuk mengejar mimpi besar mereka, tidak terkecuali di bidang yang menuntut kemampuan tinggi seperti teknologi dan eksplorasi ruang angkasa.

Tentu saja, pencapaian ini juga memicu diskusi yang lebih luas tentang aksesibilitas dalam teknologi tinggi, termasuk bagaimana fasilitas antariksa dapat dirancang agar lebih ramah bagi individu dengan kebutuhan khusus. Ini melibatkan desain kabin roket, bantuan pelatihan sebelum penerbangan, serta dukungan teknis yang mempertimbangkan keterbatasan fisik para peserta.

Selain itu, pengalaman ini juga berdampak pada persepsi sosial tentang peran penyandang disabilitas di ranah yang sebelumnya dianggap eksklusif. Saat Benthaus berhasil menyentuh batas luar angkasa, ia juga berhasil menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang utama untuk mencapai prestasi besar, selama ada dukungan teknologi, kebijakan inklusif, dan kemauan kuat dari individu.

Pencapaian ini mendapat sorotan luas di berbagai media internasional dan menjadi inspirasi bagi orang-orang yang bermimpi mengejar keterlibatan lebih jauh dengan eksplorasi ilmiah, teknologi, dan ruang angkasa. Ke depan, momen bersejarah ini diharapkan menjadi landasan bagi lebih banyak inisiatif yang mendukung akses universal dan peluang setara di sektor antariksa. (Sindi/PKL)

Sumber : Detik News