Indonesia Akan Hadapi Thailand di Babak Semifinal IFCPF Asia Oceania Cup 2025
Thailand menjadi lawan Indonesia karena lolos ke babak semifinal dengan status runner up grup B, setelah kalah atas Iran dengan skor 1-3.
KamiBijak.com, Berita - Tim sepak bola cerebral palsy Indonesia akan menghadapi Thailand pada babak semifinal ajang IFCPF Asia Oceania Cup 2025 di Stadion Sriwedari Solo, Kamis (20/11/25) pukul 15.00 WIB.
Thailand menjadi lawan Indonesia karena lolos ke babak semifinal dengan status runner up grup B, setelah kalah dalam laga ketiga atas Iran dengan skor 1-3, Selasa (18/11/25) sore.
Pertemuan kedua tim sangat ditunggu-tunggu dalam turnamen ini. Indonesia dan Thailand sudah saling mengetahui kekuatan lawannya karena sering berjumpa dalam ajang ASEAN Para Games.
Tak hanya itu, tim kepelatihan Indonesia dan Thailand juga saling mengintip kekuatan lawannya selama fase grup. Salah satunya yang dilakukan Indonesia ketika hadir di Stadion Sriwedari untuk melihat duel Thailand melawan Iran.
Tim kepelatihan Indonesia yang dipimpin Yanuar Dhuma Ardhiyanto terlihat hadir di tribun barat sisi utara. Yanuar juga turut membawa semua pemain yang hari ini hanya menjalani sesi latihan ringan di penginapan.
"Hari ini kita nonton pertandingan Thailand dari awal sampai akhir. Kita melihat kekuatan mereka tidak jauh berbeda dari penampilan saat di ASEAN Para Games. Berbekal pengamatan ini, tim pelatih akan mempersiapkan skema khusus agar kita bisa tampil lebih menggebrak dibandingkan pertemuan sebelumnya," ucap Yanuar, Selasa (18/11/25) petang.
Strategi mengunci permainan lawan, seperti halnya saat melawan Australia dan Jepang, juga akan diterapkan saat melawan Thailand. Yanuar melihat gelandang Thailand, Chanatip Deeman, cukup dominan dalam setiap pertandingan di turnamen ini.
"Salah satu yang kami waspadai memang nomor enam. Dia gelandang yang kuat, punya kondisi fisik dan teknik yang bagus. Kita akan kunci pergerakannya," ungkap Yanuar.
Pemain Thailand Chanatip Deeman. (foto: dok. NPCI)
Yanuar mengaku sudah melakukan sejumlah evaluasi dalam dua hari menuju babak semifinal. Salah satu yang menjadi catatan saat pertandingan melawan Jepang, yakni lambatnya transisi ketika terjadi perubahan permainan.
Hal yang tak kalah penting adalah memberikan waktu istirahat kepada Hafthah Wicaksono dkk. Makanya, waktu istirahat sehari lebih lama dibandingkan dengan Thailand wajib dimaksimalkan.
"Alhamdulillah kita punya waktu istirahat dua hari. Dari sisi psikologis, teman-teman juga pastinya lebih oke. Kita akan berupaya maksimal," ucap Yanuar.
Satu hal yang membuat motivasi Indonesia menjadi berlipat adalah tiket lolos langsung ke IFCPF World Cup 2026. Ya, dua tim finalis secara otomatis akan bertarung di Amerika Serikat mewakili zona Asia-Oseania.
"Bagi kami pertandingan finalnya ya melawan Thailand ini. Kita akan mati-matian demi mendapatkan tiket lolos ke World Cup," tegasnya.
Bukan Indonesia saja yang mengintip permainan Thailand. Hal yang sama pun juga dilakukan Thailand kepada Indonesia. Saat Indonesia melawan Australia, pelatih Thailand hadir bersama para pemainnya. Mereka juga mengirimkan staf untuk mengamati laga Indonesia melawan Jepang.
Waktu jeda satu hari akan dimanfaatkan para pemain Thailand untuk mengisi ulang tenaga setelah menjalani tiga pertandingan dalam tiga hari. Phonpipat menyebut tim pelatih sudah menganalisis kekuatan dan kelemahan tim Indonesia.
"Tim pelatih menganalisis permainan Indonesia untuk mendapatkan poin-poin yang kemudian disampaikan kepada para pemain tentang bagaimana cara bermain melawan Indonesia," tutur Phonpipat. (Irene)
Sumber: Press Release NPC Indonesia
Video Terbaru
MOST VIEWED
