Hari Bahasa Isyarat Internasional 2025: 7 Fakta Mengejutkan yang Wajib Kamu Ketahui!
Rayakan HBII 2025 dengan memahami 7 tema penting sepekan penuh yang menyoroti hak dan masa depan komunitas Tuli di seluruh dunia.
KamiBijak.com, Berita - Setiap 23 September, dunia memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional. Tahun 2025 mengusung tema besar: “Tanpa Hak Bahasa Isyarat, Tidak Ada Hak Asasi Manusia”.
Perayaan ini tidak hanya berlangsung satu hari, tetapi menjadi rangkaian Pekan Tuli Internasional dari 22 hingga 28 September 2025.
Logo untuk Perayaan Pekan Tuli Internasional 2025. (Foto : Dok World Federation of the Deaf)
Berikut tujuh tema penting yang diangkat setiap harinya:
- Senin, 22 September 2025: Komunitas Tuli Memimpin
Perubahan nyata hanya bisa terjadi bila kaum Tuli sendiri yang memimpin gerakan. Mengusung prinsip “tidak ada tentang kita tanpa kita”, aliansi komunitas Tuli bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi lain untuk memajukan hak-hak bahasa isyarat.
- Selasa, 23 September 2025: Tak Ada Hak Asasi Manusia Tanpa Hak Bahasa Isyarat
Hak asasi melekat sejak lahir, namun bagi kaum Tuli, hak untuk berbahasa isyarat adalah kunci untuk menikmati hak-hak tersebut secara penuh. Deklarasi Universal HAM menjadi pengingat bahwa kesetaraan hanya tercapai bila bahasa isyarat diakui dan digunakan secara luas.
- Rabu, 24 September 2025: Pendidikan Multibahasa untuk Pelajar Tuli
Menurut Pasal 24 Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD), pendidikan harus ramah bahasa dan budaya Tuli. Artinya, pelajar Tuli berhak mendapatkan pendidikan multibahasa inklusif bersama teman sebaya Tuli lain.
- Kamis, 25 September 2025: Hak-Hak Tuli dalam Krisis
Dalam situasi bencana, informasi dalam bahasa isyarat wajib tersedia. Pasal 11 UNCRPD dan Kerangka Kerja Sendai mewajibkan pemerintah dan lembaga terkait melibatkan komunitas Tuli dalam perencanaan tanggap darurat.
- Jumat, 26 September 2025: Pengakuan Bahasa Isyarat Nasional
Pasal 21 UNCRPD menegaskan, pengakuan hukum atas bahasa isyarat nasional sangat penting. Tanpa pengakuan resmi, partisipasi kaum Tuli dalam kehidupan sosial dan pemerintahan sulit terwujud.
- Sabtu, 27 September 2025: Layanan Akses Bahasa Isyarat
Negara dan penyelenggara acara wajib menyediakan penerjemah profesional dan pendanaan memadai agar kaum Tuli dapat memilih layanan akses sesuai kebutuhan, baik dalam Bahasa Isyarat Nasional maupun Internasional.
- Minggu, 28 September 2025: Pondasi Masa Depan
Komunitas Tuli adalah pionir inovasi teknologi. Dengan keberagaman dan kekuatan kolaborasi, mereka dapat menciptakan masa depan di mana bahasa isyarat diakui dan digunakan di seluruh dunia.
Hari Bahasa Isyarat Internasional 2025 bukan hanya perayaan simbolis, tetapi gerakan global untuk menegakkan hak asasi kaum Tuli. Dari pendidikan hingga inovasi, tujuh tema ini mengingatkan kita bahwa tanpa pengakuan Bahasa Isyarat, tidak ada hak asasi manusia yang utuh. (Restu)
Sumber: World Federation of the Deaf
Video Terbaru
MOST VIEWED
