Berita

Garut Gelar Pekan Special Olympics untuk Dorong Prestasi Atlet Disabilitas

Garut gelar Pekan Special Olympics 2025 untuk menjaring bakat dan dorong prestasi atlet disabilitas.

KamiBijak.com, Hiburan - Kabupaten Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan penyandang disabilitas melalui kegiatan olahraga yang menyeluruh. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut resmi membuka Pekan Special Olympics Kabupaten (Pesokab) Garut 2025, sebuah ajang tahunan yang fokus untuk menjaring dan mengembangkan potensi atlet penyandang disabilitas dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah tersebut. Kegiatan ini tidak hanya berupa kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan prestasi dan ekspresi diri bagi atlet disabilitas.

 

Pekan Special Olympics tahun ini diikuti oleh 236 atlet yang berasal dari 36 SLB di Kabupaten Garut. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025, mengusung tema Setara Berkarya, Berdaya, Tanpa Batas. Tema tersebut mencerminkan semangat inklusivitas serta kesempatan yang setara bagi atlet penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam lingkungan yang kompetitif dan mendukung.

 

Untuk pembukaan acara ini dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial Garut, Aji Sukarmaji, yang dalam sambutannya menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Garut terhadap perkembangan prestasi atlet penyandang disabilitas. Ia berharap dengan diselenggarakannya acara ini dapat menjadi pendorong semangat bagi para atlet untuk terus berlatih dan berprestasi, baik di tingkat provinsi Jawa Barat, nasional, maupun di tingkat internasional.

 

Pesokab 2025 menampilkan berbagai macam cabang olahraga yang sesuai dengan kemampuan berbagai kelompok atlet. Kompetisi ini mencakup cabang atletik, bulu tangkis, tenis meja, basket, dan renang. Tidak hanya olahraga saja, Pesokab juga menyertakan penampilan seni tari sebagai bagian dari kegiatan yang menunjang ekspresi kreativitas para peserta. Dengan demikian, acara ini bisa menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk menunjukkan talenta seni dan kemampuan multidimensional.

 

Menurut Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Jawa Barat, Abdul Karim, kegiatan ini merupakan bukti bahwa atlet penyandang disabilitas adalah bagian dari anak bangsa yang perlu terus diberdayakan. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap mereka tidak bisa dilakukan secara individual, tetapi harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga masyarakat. Pesokab diharapkan mampu menjadi awal dari pembinaan berkelanjutan yang nantinya melahirkan atlet yang mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi.

 

Pesokab Garut menjadi agenda tahunan yang kian dikenal luas di lingkungan pendidikan dan komunitas penyandang disabilitas. Ketua SOIna Kabupaten Garut, Tati Narwati, menjelaskan bahwa ajang ini berperan sebagai wadah pembinaan prestasi, keberanian, dan kebersamaan. Bahkan, Pesokab juga dirancang untuk mencari bibit unggul calon atlet yang dapat dilatih secara berkelanjutan menuju event yang lebih besar, seperti Pekan Special Olympics Provinsi (Pesoda), Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas), atau bahkan kompetisi internasional.

 

Tati menambahkan bahwa keunikan acara ini tidak hanya terletak pada aspek olahraga, tetapi juga pada kemampuan platform ini untuk mempererat rasa persaudaraan antar peserta. Atlet dari berbagai SLB, termasuk alumni dan peserta home schooling, diberi kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka. Hal ini turut meningkatkan kepercayaan diri, rasa saling menghormati, serta sportivitas antar peserta.

 

Pekan Special Olympics Kabupaten 2025 semakin menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi medium yang kuat tidak hanya untuk kompetisi, tetapi juga untuk pemberdayaan sosial dan inklusivitas. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, komunitas, dan organisasi olahraga, ajang ini diharapkan mampu memperluas peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan berkarya di berbagai bidang, termasuk bidang olahraga dan seni. (Sindi/PKL)

Sumber : Liputan6