Kuliner

Kopi Liberika Kembali Populer! Ini Fakta Unik yang Jarang Diketahui

Kenali fakta rasa, aroma, asal, dan keunikan kopi liberika.

KamiBijak.com, Kuliner - Kopi liberika belakangan kembali mencuri perhatian para penikmat kopi. Di tengah dominasi kopi arabika dan robusta, liberika hadir sebagai varian yang menawarkan karakter rasa dan aroma berbeda. Meski belum sepopuler dibanding dua jenis kopi lainnya, tren kopi liberika ini mulai meningkat dan banyak dibicarakan karena keunikannya. Berikut lima fakta tentang kopi liberika yang perlu kamu ketahui.

  1. Jenis Kopi Paling Langka di Dunia

Kopi liberika termasuk jenis kopi yang produksinya sangat terbatas. Dibandingkan arabika dan robusta yang mendominasi pasar global, liberika hanya menyumbang sebagian kecil dari total produksi kopi yang ada di dunia. Karena itu, kopi liberika ini kerap kali disebut sebagai kopi langka.

Keterbatasan produksi membuat kopi liberika tidak selalu mudah ditemukan di pasaran. Namun justru kelangkaan inilah yang membuatnya semakin menarik bagi penikmat kopi yang ingin mencoba pengalaman rasa kopi yang berbeda.

 

  1. Ukuran Buah dan Biji Lebih Besar

Salah satu ciri khas kopi liberika terletak pada ukuran buah dan bijinya. Buah kopi liberika dikenal lebih besar dibandingkan buah kopi arabika maupun robusta. Bentuk bijinya pun cenderung lebih lonjong dan tidak simetris seperti kopi lainnya.

Ukuran yang besar inilah yang menjadi identitas visual kopi liberika dan memudahkan untuk dikenali oleh semua orang. Selain itu, bentuk bijinya juga mempengaruhi proses sangrai yang biasanya membutuhkan perlakuan khusus agar rasa yang dihasilkan tetap optimal.

 

  1. Aroma Unik yang Kuat dan Khas

Kopi liberika memiliki aroma yang sangat khas dan kuat dibandingkan kopi yang lainnya. Banyak penikmat kopi yang menggambarkan aromanya sebagai perpaduan buah-buahan tropis, bunga, hingga aroma smoky atau kayu. Bahkan, ada sebagian orang yang mencium aroma seperti nangka atau durian saat menyeduh kopi liberika.

Karakter aromanya yang sangat khas inilah yang membuat kopi liberika sering memicu reaksi beragam. Ada yang langsung jatuh cinta, namun ada pula yang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan keunikannya.

 

  1. Cita Rasa yang Berbeda dari Kopi pada Umumnya

Dari segi rasa, kopi liberika menawarkan profil yang cukup kompleks. Rasanya tidak setajam arabika dan tidak sekuat pahit robusta. Liberika cenderung memiliki rasa asam yang ringan, body yang cukup tebal, dan aftertaste yang panjang.

Beberapa penikmat kopi menyebutkan adanya rasa fruity, woody, hingga sedikit earthy dalam satu tegukan. Kombinasi ini menjadikan kopi liberika cocok dinikmati tanpa campuran, agar karakter aslinya tetap terasa.

 

  1. Tumbuh Baik di Daerah Tertentu

Kopi liberika dikenal lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan arabika. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga menengah dengan kondisi iklim tertentu. Di Indonesia, kopi liberika banyak dibudidayakan di beberapa wilayah seperti Jambi dan Kalimantan.

Kemampuan bertahan di lingkungan tertentu membuat kopi liberika menjadi alternatif penting bagi petani kopi, terutama di daerah yang kurang cocok untuk arabika.

Kembalinya popularitas kopi liberika menunjukkan bahwa tren kopi terus berkembang dan tidak terpaku pada jenis-jenis kopi tertentu. Dengan aroma yang unik, rasa yang khas, serta latar belakang yang menarik, kopi liberika menawarkan pengalaman minum kopi yang berbeda dari biasanya.

Bagi penikmat kopi yang ingin mengeksplorasi rasa baru, kopi liberika bisa menjadi pilihan menarik untuk dicoba, terutama saat ingin keluar dari zona nyaman arabika dan robusta. (Sindi/PKL)

Sumber : Detik Food