KamiBijak.com, Kuliner - Dubai Chewy viral yang ramai diburu di berbagai media sosial, termasuk fenomena antrean Dubai Chewy di PIM, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap dessert unik dengan tampilan menggoda. Camilan ini tidak hanya menarik dari segi visual, tetapi juga menghadirkan sensasi tekstur yang berbeda dari kebanyakan dessert lainnya. Banyak orang penasaran untuk mencicipi bahkan mencoba membuatnya sendiri di rumah karena bahan yang digunakan relatif sederhana. Perbedaan Dubai Chewy terletak pada penggunaan lapisan marshmallow cokelat yang elastis dan lembut, sedangkan Mochi Dubai memanfaatkan adonan mochi berbahan ketan yang kenyal dan lebih padat. Keduanya memiliki kesamaan berupa isian kunafa renyah dan pasta pistachio.
Dubai Chewy (Marshmallow-based):
- Tekstur Luar: Lembut, ringan, dan sangat elastis (dapat melar) ketika ditarik karena menggunakan marshmallow sebagai bahan utama.
- Sensasi: Meleleh di mulut dengan kombinasi bubuk cokelat.
- Isi: Pasta pistachio dan kunafa crispy.
Mochi Dubai (Mochi-based):
- Tekstur Luar: Kenyal, padat, dan lembap khas mochi.
- Sensasi: Memberikan rasa chewy yang lebih tradisional.
- Isi: Pasta pistachio + kunafa crispy.
Cara membuat Dubai Chewy:
Bahan:
- 130 gram marshmallow.
- 30 gram mentega tawar.
- 12 gram susu bubuk skim.
- 18 gram bubuk kakao.
- 160 gram kadaifi panggang.
- 135 gram pasta pistachio.
- 32 gram cokelat putih couverture.
- 20 gram pistachio cincang.
- Bubuk kakao secukupnya untuk lapisan luar.
Cara membuat adonan kulit dubai chewy:
- Adonan isi: lelehkan cokelat putih couverture dengan teknik tim. Dalam wadah, campurkan kadaifi panggang, pasta pistachio, cokelat putih yang sudah dilelehkan, serta pistachio cincang. Aduk hingga seluruh bahan tercampur merata dan teksturnya sedikit lengket.
- Bagi adonan menjadi 8 bagian dengan ukuran sama, kemudian padatkan dan bentuk bulat. Simpan di dalam kulkas selama 30 menit hingga mengeras.
- Lapisan chewy cokelat: siapkan teflon anti lengket, lelehkan mentega dengan api kecil. Tambahkan marshmallow, lalu aduk terus sampai meleleh dan halus.
- Masukkan susu bubuk skim dan bubuk kakao, aduk dengan cepat hingga tercampur rata. Tekstur adonan akan menjadi kental, elastis, dan mengkilap.
- Angkat dari teflon, lalu ratakan di atas loyang yang telah dilapisi kertas roti. Diamkan selama 2–3 menit hingga hangat.
- Ambil satu bagian adonan isi pistachio dari kulkas. Balut dengan adonan chewy cokelat hingga tertutup sempurna. Bentuk bulat atau agak pipih sesuai selera. Ulangi hingga semua adonan habis menjadi 8 buah.
- Gulingkan ke dalam bubuk kakao hingga seluruh permukaannya terlapisi merata. Susun di atas loyang atau piring beralas kertas roti. Dinginkan dalam kulkas selama 20—30 menit hingga set sempurna.
- Sajikan dubai chewy cookie pada suhu ruang agar tekstur kenyalnya lebih terasa maksimal.
Membuat isian dubai chewy yang padat:
- Gunakan pasta pistachio murni tanpa tambahan pewarna maupun perisa agar cita rasa alaminya lebih terasa. Jika terlalu kental, hangatkan sebentar di microwave supaya mudah dicampur.
- Untuk menambah kompleksitas rasa, bisa ditambahkan sedikit garam laut halus pada lapisan pistachio.
- Lelehkan cokelat putih secara perlahan karena bahan ini mudah gosong dan menggumpal jika terkena panas berlebih.
- Jika cokelat terlihat terlalu cair, diamkan sekitar 1—2 menit sebelum dicampurkan agar tidak membuat adonan menjadi terlalu lembek.
- Lelehkan marshmallow menggunakan api kecil sambil terus diaduk. Panas yang berlebihan dapat membuat tekstur menjadi keras setelah dingin. Jika adonan mulai mengeras sebelum proses pembentukan selesai, cukup panaskan kembali sebentar.
- Pastikan lapisan cokelat menutupi seluruh permukaan adonan isi pistachio-kadaifi agar tidak bocor.
Dengan bahan yang cukup mudah diperoleh dan langkah pembuatan yang tidak rumit, dubai chewy cookies versi rumahan dapat menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin mencoba dessert kekinian tanpa harus keluar rumah. Popularitas Dubai Chewy viral yang terus meningkat, termasuk antusiasme masyarakat terhadap Dubai Chewy di PIM, menunjukkan bahwa camilan ini tidak hanya sekadar tren sesaat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berkreasi di dapur.(Athar/Magang)
Sumber: RRI.co.id
