Bukan Sekadar Mainan, Ini Manfaat Bermain Slime untuk Anak Autisme
Bermain slime ternyata bukan sekadar mainan, tapi juga bisa membantu anak dengan autisme mengembangkan motorik, fokus, emosi, dan kemampuan sosial.
KamiBijak.com, Hiburan - Slime ternyata bukan hanya sekadar mainan yang digemari anak-anak, tetapi juga memiliki manfaat yang besar bagi anak dengan autisme.
Keunikan tekstur dan cara memainkan slime dinilai menjadi media terapi yang baik untuk anak dengan autisme. Bahkan kini banyak terapis yang mulai memasukkan aktivitas bermain slime ke dalam sesi terapi karena terbukti dapat membantu anak belajar, meningkatkan fokus, dan menenangkan diri dengan cara yang menyenangkan.
Berikut manfaat bermain slime untuk anak dengan autisme seperti mengutip Perfect Pair ABA pada Kamis, 13 November 2025:
Ilustrasi anak bermain slime. (foto: astronauts.id)
- Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus
Saat bermain slime, anak akan meregangkan, meremas, dan menarik slime, otot-otot tangan anak menjadi lebih kuat. Aktivitas ini juga akan membuat latihan motorik terasa lebih menyenangkan.
Dalam beberapa sesi terapi, gerakan-gerakan sederhana seperti menggulung slime menjadi bola kecil, meremasnya di antara jari, atau mengambil potongan slime dengan alat seperti pinset akan membantu meningkatkan kekuatan genggaman dan ketepatan gerak tangan, yang nantinya berguna dalam kegiatan sehari-hari seperti menulis atau makan sendiri.
- Meningkatkan Fokus dan Perhatian
Kesulitan yang sering dialami anak dengan autisme adalah mempertahankan perhatian, terutama ketika menghadapi hal baru.
Slime dapat digunakan menjadi alat bantu yang efektif karena memiliki efek menenangkan dan menyenangkan untuk dimainkan.
Dalam terapi, slime sering digunakan untuk membantu anak tetap fokus lebih lama. Misalnya, saat anak bermain slime, terapis dapat memberikan instruksi sederhana untuk diikuti.
- Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Bagi anak dengan autisme, komunikasi bisa menjadi tantangan yang sulit. Namun, melalui bermain slime anak dapat belajar berkomunikasi dengan lebih alami.
Anak bisa belajar cara berkomunikasi ketika meminta slime, menyebutkan warna yang diinginkan, atau menjelaskan apa yang sedang mereka buat.
Bahkan saat bermain slime bersama teman, saudara, atau terapis, anak belajar berbagi, bergiliran, dan berinteraksi dengan cara yang positif.
- Membantu Mengatur Emosi
Tekstur slime yang lembut ternyata memberikan efek menenangkan bagi anak dengan autisme yang cenderung sulit mengatur emosinya.
Melalui interaksi dengan slime, anak akan belajar menenangkan diri dan secara bertahap mengembangkan kemampuan untuk mengatur emosi mereka sendiri, baik di sesi terapi maupun di rumah.
- Membangun Keterampilan Sosial dan Kerja Sama
Dalam kegiatan kelompok, anak belajar bekerja sama, bergiliran, dan berkomunikasi dengan teman sebaya melalui bermain slime.
Anak bisa membuat beberapa bentuk dari slime bersama-sama, bertukar warna, atau mengikuti tantangan kelompok.
Aktivitas semacam ini membantu anak mengimbangkan kemampuan sosial dan rasa kebersamaan dalam suasana yang menyenangkan.
- Mengasah Kreativitas dan Kemampuan Memecahkan Masalah
Slime faktanya juga dapat mendorong kreativitas anak. Anak dapat bereksperimen dengan mencampur warna, menambahkan glitter, atau membentuk berbagai kreasi unik.
Proses ini akan melatih kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah dengan cara yang kreatif.
- Meningkatkan Keterlibatan Orangtua
Aktivitas bermain slime juga dapat menjadi sarana yang baik untuk meningkatkan keterlibatan orangtua dalam proses terapi.
Ketika orang tua ikut berpartisipasi secara langsung, mereka dapat memahami tujuan terapi dengan lebih baik dan membantu memperkuat hasilnya di rumah.
Selain akan mempererat hubungan dengan anak, kegiatan ini juga menjadikan proses belajar terasa lebih menyenangkan dan bermakna. (Irene)
Sumber: liputan6.com
Video Terbaru
MOST VIEWED
