Hiburan

Apakah Makanan Ibu Menyusui Bisa Pengaruhi Bayi? Ini Penjelasan Dokter

Contohnya, jika ibu mengonsumsi kafein secara berlebihan maka hal itu bisa membuat bayi sulit tidur.

KamiBijak.com, Hiburan  - Masalah pencernaan anak saat ini masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Menurut dr. Frieda Handayani, Sp.A, Subsp. GH(K), ada dua masalah utama yang sering ditemui, yaitu diare pada usia 1–3 tahun dan konstipasi atau sembelit.

Ia menjelaskan bahwa pola buang air besar bayi di bawah 6 bulan sangat bervariasi dan masih dianggap normal. Namun, orang tua tetap perlu waspada bila perut bayi tampak kembung, anak sering rewel seperti kesakitan, dan berat badannya tidak naik sesuai target.

Lebih lanjut, dr. Frieda juga mengingatkan bahwa apa yang dikonsumsi ibu menyusui bisa berpengaruh pada bayi. Contohnya, jika ibu mengonsumsi kafein secara berlebihan maka hal itu bisa membuat bayi sulit tidur.

Ia juga meluruskan mengenai anggapan bahwa ASI pagi hanya boleh untuk pagi, dan ASI malam hanya boleh untuk malam. Menurutnya, kandungan nutrisi ASI memang berbeda tergantung jam, tetapi tidak ada masalah bila ASI pagi diberikan di malam hari.

Terkait penyebab utama terjadinya diare pada anak usia 1–3 tahun, dr. Frieda menjelaskan bahwa 60–70 persen kasus disebabkan oleh rotavirus. Gejala yang sering muncul antara lain demam tinggi, mual, muntah, diare, dan dehidrasi. Cara pencegahannya adalah dengan melakukan vaksin rotavirus. Selain itu, munculnya bakteri, parasit, dan jamur juga bisa menyebabkan diare. Oleh sebab itu, kebersihan lingkungan, pakaian, dan mainan anak menjadi faktor penting pencegahan.

Ilustrasi bayi. (foto: alodokter.com)

 

Ia juga menyampaikan pandangannya tentang MPASI instan. Menurutnya, meski komposisinya sudah lengkap, namun anak sebaiknya tetap dibiasakan dengan makanan rumahan yang bisa dikenali rasa, aroma, dan interaksinya dengan orang tua. Hal ini akan berdampak lebih baik untuk tumbuh kembang anak meskipun MPASI instan tetap bisa menjadi pilihan praktis.

Lebih jauh lagi, dr. Frieda juga memaparkan ciri pencernaan yang baik pada anak, yaitu tinggi dan berat badan sesuai kurva pertumbuhan, tidak mengalami anemia, tidak kekurangan kalsium, serta buang air besar yang lancar. Hal ini disampaikannya dalam program #HeartToHealth di kanal YouTube @GritteAgatha. (Irene)

Sumber: okezone.com

Restu Lestari
Restu Lestari (Rei) Tuli Content Officer yang berfokus pada pembuatan dan pengelolaan konten seputar disabilitas, pendidikan inklusif, dan isu sosial agar masyarakat menjadi sadar dan peka tentang pentingnya inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.