Kamibijak.com, Hiburan - Istilah fast fashion semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan anak muda pecinta fashion. Konsep ini merujuk pada produksi pakaian dalam jumlah besar dengan mengikuti trend yang berubah cepat agar bisa segera dijual ke pasar dengan harga terjangkau.
Fast fashion membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan pakaian dengan model yang sedang viral tanpa perlu mengeluarkan biaya mahal. Namun, dibalik popularitasnya, sistem ini juga menuai banyak kritik karena dianggap berdampak pada lingkungan dan industri kerja.
Apa Itu Fast Fashion?
(Pinterest)
Fast fashion adalah model bisnis industri pakaian yang berfokus pada produksi cepat untuk mengikuti tren terbaru. Brand fast fashion biasanya merilis koleksi baru dalam waktu singkat agar konsumen terus membeli produk yang sedang populer.
Konsep ini membuat tren fashion berubah sangat cepat. Pakaian yang populer hari ini bisa saja dianggap “ketinggalan zaman” hanya dalam beberapa minggu atau bulan.
Ciri-ciri Fast Fashion
Beberapa ciri fast fashion yang mudah dikenali antara lain:
- Produksi pakaian dilakukan sangat cepat
- Mengikuti tren yang sedang viral
- Harga relatif murah dan mudah dijangkau
- Koleksi baru muncul dalam waktu singkat
- Kualitas pakaian cenderung tidak terlalu tahan lama
Karena harganya murah, banyak orang akhirnya membeli pakaian lebih sering meski tidak benar-benar dibutuhkan.
Dampak Fast Fashion
Fast fashion dinilai memberikan dampak besar terhadap lingkungan karena tingginya limbah pakaian dan penggunaan bahan produksi dalam jumlah besar. Selain itu, proses produksi massal juga membutuhkan air serta energi yang tidak sedikit.
Tidak hanya itu, industri fast fashion juga sering dikaitkan dengan masalah tenaga kerja, seperti upah rendah dan kondisi kerja yang kurang layak di beberapa negara produsen pakaian.
Baca Juga
Perbedaan Oversize dan All Size dalam Dunia Fashion: Kenali Gaya dan Kesesuaiannya
Munculnya Tren Sustainable Fashion
(Pinterest)
Sebagai respons terhadap fast fashion, kini mulai berkembang tren sustainable fashion atau fashion berkelanjutan. Konsep ini mengajak masyarakat membeli pakaian dengan lebih bijak, memilih produk yang tahan lama, serta mengurangi konsumsi berlebihan.
Beberapa orang juga mulai memilih thrift shop, mendaur ulang pakaian lama, hingga mendukung brand yang menerapkan produksi ramah lingkungan. (Sindi/PKL)
Sumber: Cosmopolitan Indonesia
