7 Makanan “Sehat” yang Diam-Diam Penuh Gula, Nomor 5 Sering Kita Minum Tiap Hari!
Waspada! 7 makanan yang terlihat sehat ini ternyata tinggi gula dan bisa picu diabetes hingga obesitas.
KamiBijak.com, Kuliner - Asupan gula harian perlu dibatasi agar tidak membahayakan kesehatan. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, batas konsumsi gula harian hanya 50 gram atau sekitar 4 sendok makan. Gula alami dari buah masih bisa dikonsumsi, namun gula tambahan dari makanan dan minuman kemasan wajib diwaspadai.
Ahli gizi Julie Upton (Everyday Health, 8/9/2023) menegaskan, terlalu banyak gula tambahan bisa memicu penyakit hati berlemak, resistensi insulin, diabetes tipe 2, hingga peradangan sistemik. Masalah ini kerap berujung pada kelebihan berat badan dan obesitas. Ironisnya, beberapa makanan yang sering dicap sehat justru mengandung gula tersembunyi. Berikut daftarnya:
- Yogurt Aneka Rasa
Yogurt memang kaya probiotik untuk pencernaan, tapi yogurt kemasan dengan aneka rasa sering tinggi gula. Jika gula tercantum dalam tiga bahan utama di label, sebaiknya hindari. Pilih yogurt plain dan tambahkan buah segar, kayu manis, atau kacang.
- Sup Kalengan
Sup instan praktis, tapi hati-hati karena 1 cup sup tomat kalengan bisa mengandung hingga 20 gram gula. Gula biasanya ditambahkan untuk menetralkan rasa asam tomat. Pilih sup rendah gula dan sodium.
- Saus Salad
Salad menyehatkan, tapi sausnya bisa mengandung 6 gram gula per porsi, terutama pada produk rendah lemak. Gula tambahan dipakai untuk menambah cita rasa. Buat saus salad sendiri agar lebih aman.
- Saus Tomat
Menurut USDA, ½ cup saus tomat kemasan bisa mengandung 4 gram gula, biasanya dari sirup jagung. Pilih produk rendah gula atau buat saus tomat sendiri dari puree tomat segar.
- Jus Buah
Jus buah kemasan sering dikira sehat, padahal kerap ditambah banyak gula. Periksa label dan pilih jus 100% buah asli tanpa gula tambahan, atau lebih baik makan buah utuh.
- Granola Bar
Snack sehat ini sering jadi pilihan sarapan, tapi kandungan gulanya bisa lebih dari 10 gram per batang. Jika gula masuk tiga bahan utama, sebaiknya ganti camilan dengan kacang atau buah kering tanpa gula.
(Foto : Dok.Simply Recipes)
- Buah Kering
Buah kering kerap mengandung gula tambahan, terutama pada buah yang asam alami. Pilih produk berlabel “tanpa gula tambahan” untuk opsi lebih sehat.
Mengurangi konsumsi gula bukan berarti harus berhenti makan enak. Kunci utamanya adalah membaca label kemasan dan memilih makanan alami tanpa tambahan gula. Dengan langkah sederhana ini, risiko diabetes dan obesitas bisa ditekan sejak dini. (Restu)
Sumber : Detik
Video Terbaru
MOST VIEWED
