Hiburan

Waspada Tren Pemutihan Gigi di Media Sosial, Dokter Ungkap Cara yang Justru Merusak Enamel

Dokter gigi mengingatkan bahaya tren pemutihan gigi viral seperti lemon dan arang aktif yang bisa merusak enamel.

KamiBijak.com, Hiburan - Trend memutihkan gigi yang marak di media sosial tidak selalu aman untuk diikuti. Berbagai trik pemutihan gigi atau teeth whitening hacks kerap dipromosikan sebagai cara alami dan murah, namun sejumlah metode tersebut justru berisiko merusak kesehatan gigi. Penggunaan bahan seperti lemon, baking soda, hingga arang aktif sering diklaim mampu membuat gigi lebih putih, padahal efektivitasnya belum terbukti dan dapat berdampak negatif.

Lapisan enamel, yaitu pelindung terluar gigi, menjadi bagian yang paling rentan terkena dampak. Enamel berfungsi melindungi jaringan gigi di bagian dalam. Jika lapisan ini terkikis, kondisinya bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Akibatnya, gigi bisa menjadi lebih sensitif, mudah nyeri, serta tampak semakin kuning karena lapisan di bawah enamel menjadi lebih terlihat.

Ahli bedah mulut dan maksilofasial dr. Jason Auerbach, DDS, menyebutkan bahwa banyak trik pemutihan gigi justru menimbulkan hasil sebaliknya. Menurutnya, bahan asam seperti lemon tidak mampu mengangkat noda gigi, melainkan hanya mengikis enamel. Dokter gigi kosmetik dr. Yev Davydov juga menegaskan bahwa penipisan enamel akan membuat warna kekuningan alami gigi semakin menonjol.

Para dokter gigi mengimbau masyarakat untuk menghindari beberapa metode pemutihan gigi yang umum dilakukan. 

1. Pakai lemon atau bahan asam

Penggunaan lemon atau bahan asam lain karena sifat korosifnya yang dapat merusak enamel secara perlahan. 

2. Baking soda sebagai scrub

Menggosok gigi dengan baking soda. Bahan ini bersifat abrasif sehingga dalam jangka panjang dapat membuat permukaan gigi menjadi kasar dan lebih mudah menyerap noda.

3. Arang aktif

Ilustrasi sikat gigi menggunakan arang (foto : KlikDokter)

Penggunaan arang aktif dalam produk pemutih gigi. Meski populer, belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan arang aktif efektif memutihkan gigi. Sebaliknya, partikel halusnya dapat menimbulkan goresan mikro pada enamel yang memicu sensitivitas dan perubahan warna gigi.

4. Hidrogen peroksida tanpa pengawasan

penggunaan hidrogen peroksida tanpa pengawasan tenaga medis. Bahan ini memang digunakan dalam prosedur pemutihan profesional, tetapi pemakaian mandiri dengan kadar tinggi berisiko menyebabkan iritasi gusi hingga luka bakar kimia pada jaringan mulut.

5. Terlalu sering melakukan  whitening

melakukan prosedur pemutihan terlalu sering, termasuk dengan produk komersial. Pemakaian berulang dapat menarik kelembaban dari gigi dan menyebabkan gigi lebih sensitif terhadap suhu panas maupun dingin.

Dokter gigi menekankan bahwa gigi putih belum tentu mencerminkan kondisi gigi yang sehat. Dalam beberapa kasus, warna gigi yang lebih gelap dipengaruhi oleh struktur gigi, posisi gigi, atau kondisi tambalan yang tidak bisa diatasi hanya dengan pemutihan. Karena itu, menjaga kebersihan mulut, menyikat gigi secara rutin, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala tetap menjadi langkah paling aman untuk mempertahankan kesehatan gigi. (Keisha/MG)

Sumber : Kompas