Waspada Perut Buncit, Bisa Jadi Pertanda Awal Kerusakan Jantung
Berdasarkan penelitian, lemak yang menumpuk di area perut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bisa berdampak serius pada kesehatan jantung.
KamiBijak.com, Hiburan - Perut buncit biasanya dialami oleh pria dan dianggap hal yang wajar karena dinilai hanya memengaruhi penampilan. Banyak pula yang mengaitkannya dengan kebiasaan minum bir atau pola makan yang tidak terkontrol.
Namun, berdasarkan penelitian, ternyata lemak yang menumpuk di area perut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bisa berdampak serius pada kesehatan jantung. Dikutip dari Healthline, sebuah studi yang dipresentasikan dalam Radiological Society of North America (RSNA) menemukan fakta adanya hubungan antara obesitas perut dengan perubahan struktur jantung, terutama pada pria.
Penelitian ini menyoroti bahwa ternyata lemak visceral (lemak yang tersimpan di sekitar organ dalam perut) berkaitan dengan tanda-tanda awal kerusakan jantung, meski sebelum muncul gejala penyakit jantung yang lebih jelas.
Para peneliti bahkan menggunakan pemindaian MRI jantung untuk melihat bagaimana lemak perut memengaruhi struktur dan fungsi jantung. Hasilnya menunjukkan bahwa pria dengan lingkar perut yang lebih besar cenderung mengalami penebalan otot jantung dan perubahan pada ukuran ruang jantung.
Kondisi ini bisa mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah secara efisien. Menariknya, perubahan ini bisa saja terjadi meski seseorang belum terdiagnosis penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
Artinya, perut buncit memang dapat menjadi salah satu tanda peringatan dini bahwa jantung sedang berada dalam tekanan. Para peneliti menjelaskan lebih lanjut bahwa lemak visceral bersifat lebih aktif secara metabolik dibanding lemak di area tubuh lain.
Lemak jenis ini berpotensi memicu peradangan kronis dan memengaruhi kerja hormon, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada kesehatan jantung. Inilah yang membuat perut buncit kemudian dianggap lebih berbahaya dibanding kelebihan berat badan secara umum.
Penelitian ini juga untuk menegaskan bahwa risiko tersebut lebih tinggi terjadi pada pria dibanding wanita. Penyebabnya, karena pria lebih cenderung menyimpan lemak di area perut, sementara wanita biasanya menyimpan lemak di pinggul dan paha.
Namun, para ahli menjelaskan bahwa kondisi ini masih dapat diubah dengan cara melakukan perubahan gaya hidup sederhana. Misalnya, dengan terus meningkatkan aktivitas fisik, menjaga pola makan seimbang, mengurangi konsumsi alkohol, dan mengelola stres yang dapat membantu mengurangi lemak visceral.
Bahkan, penurunan berat badan dalam jumlah kecil pun sudah diketahui memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung. Untuk itu, penting menjaga lingkar perut bukan hanya demi penampilan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan. (Irene)
Sumber: women.okezone.com
Video Terbaru
MOST VIEWED
