Travel

Terbongkar! Ini Jam Paling Aman dan Nyaman Buat Mulai Mendaki Gunung

Waktu terbaik mendaki agar aman dan nyaman. Hindari jam berbahaya dan cek cuaca sebelum naik.

KamiBijak.com, Travel - Mendaki gunung memang memberi pengalaman seru, tapi tahukah kamu bahwa memilih jam keberangkatan yang tepat bisa menentukan kenyamanan bahkan keselamatan selama perjalanan? Banyak pendaki pemula hanya fokus pada perlengkapan atau rute, padahal waktu mulai pendakian sangat berpengaruh pada kondisi tubuh, cuaca, dan durasi trekking. Supaya pendakianmu berjalan mulus tanpa drama, berikut panduan memilih waktu terbaik untuk mulai mendaki.

1. Subuh: Waktu Paling Ideal untuk Mulai Mendaki

Waktu terbaik untuk memulai perjalanan adalah antara pukul 04.00–06.00 pagi. Pada jam-jam ini, suhu udara masih sejuk, sinar matahari belum menyengat, dan tubuh berada dalam kondisi paling segar setelah tidur malam. Dengan mulai lebih awal, kamu punya waktu panjang untuk berjalan hingga sore tanpa terburu-buru. Selain itu, pemandangan pagi biasanya lebih jernih dan nyaman dinikmati.

 

2. Hindari Berangkat di Siang Hari

Jika memungkinkan, jangan memulai pendakian setelah pukul 10.00. Di rentang waktu tersebut matahari sudah cukup terik sehingga cepat menguras energi. Jalur yang terbuka juga membuat risiko dehidrasi meningkat. Jika kamu tiba di basecamp saat siang hari, jauh lebih aman untuk beristirahat terlebih dahulu, makan, dan menunggu hingga sore sebelum memulai pendakian. Namun, tetap hitung waktu tiba agar tidak kemalaman di jalur.

 

3. Sore Hari Bisa Jadi Opsi, Tapi Butuh Perhitungan

Beberapa orang memilih mendaki mulai pukul 16.00–17.00. Ini sebenarnya boleh saja, asalkan kamu sudah menghitung estimasi waktu perjalanan. Jika waktu ke pos awal melebihi tiga jam, sebaiknya tunda pendakian karena jalur gunung di malam hari sangat berisiko, terutama bagi pendaki pemula. Pastikan kamu membawa headlamp, jaket tebal, dan perlengkapan keselamatan karena suhu malam bisa turun drastis.

(Foto : Dok. Daaruttauhiid)

 

4. Selalu Cek Jam Matahari Terbit dan Terbenam

Setiap gunung memiliki karakter dan zona waktu berbeda, sehingga penting untuk mengetahui kapan matahari terbit dan kapan tenggelam. Data ini membantumu mengatur waktu istirahat, waktu makan, serta kapan harus mendirikan tenda. Misalnya, banyak gunung di Pulau Jawa memiliki waktu matahari terbit sekitar pukul 05.30 dan terbenam sekitar pukul 17.45. Dengan informasi ini, kamu bisa memperkirakan kapan harus berhenti berjalan agar tidak kemalaman.

 

5. Sesuaikan dengan Kondisi Fisik dan Perkiraan Cuaca

Walaupun waktu paling ideal adalah pagi hari, kondisi fisik tetap menjadi faktor utama. Jika tubuh sedang tidak fit atau jika cuaca menunjukkan tanda-tanda hujan dan kabut tebal, lebih baik menunda pendakian. Gunakan aplikasi prakiraan cuaca seperti BMKG atau Windy untuk mengetahui potensi hujan, angin kencang, atau badai.

6. Jangan Lupa Mengatur Waktu Turun

Selain memilih waktu naik, kamu juga harus memperhitungkan waktu turun. Jadwal turun yang aman biasanya antara pukul 06.00–14.00, tergantung jarak ke basecamp. Terlalu sore turun bisa membuat kamu kehabisan cahaya dan meningkatkan risiko licin di jalur. Nikmati momen sunrise secukupnya, lalu segera bersiap untuk perjalanan kembali.

Dengan memperhatikan waktu mulai mendaki, kamu bisa menikmati perjalanan lebih aman dan nyaman. Jadi, sebelum naik gunung, pastikan jam keberangkatannya sudah tepat! (Restu)

Sumber : IDN Times