Berita

UPN “Veteran” Luncurkan SULD Bela Negara: Kampus Inklusif, Buktikan #AksesUntukSemua!

UPN “Veteran” Jawa Timur resmikan Sub-Unit Layanan Disabilitas (SULD) Bela Negara untuk wujudkan kampus inklusif.

KamiBijak.com, Berita - Untuk menciptakan lingkungan kampus yang benar-benar inklusif dan ramah bagi semua, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN VJT) resmi meluncurkan Sub-Unit Layanan Disabilitas (SULD) Bela Negara. Kehadiran unit baru ini menegaskan komitmen UPN VJT dalam menjunjung hak-hak mahasiswa penyandang disabilitas, sekaligus memperkuat citra sebagai Kampus Bela Negara yang humanis dan adaptif.

Rektor UPN VJT, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT., menyatakan bahwa SULD Bela Negara menjadi bukti nyata gerakan #AksesUntukSemua.

“Saya mengajak seluruh sivitas akademika untuk mendukung keberlangsungan SULD Bela Negara. Mari wujudkan semangat inklusivitas demi terciptanya lingkungan akademik yang adil, setara, dan memberdayakan,” tegasnya, Jumat (19/9).

Sejak Agustus 2025, SULD Bela Negara sudah bergerak aktif. Beberapa langkah awal yang direalisasikan antara lain Focus Group Discussion (FGD) bersama dosen dan narasumber, perekrutan relawan, peluncuran kanal media sosial resmi, hingga pendataan awal civitas akademika penyandang disabilitas. Upaya ini menunjukkan keseriusan UPN VJT dalam membangun fondasi layanan sekaligus mendorong partisipasi mahasiswa.

Kepala SULD Bela Negara, Billy Purwocaroko, menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar seremoni.

“Inklusi adalah perjalanan panjang sekaligus tujuan. Sinergi, kolaborasi, aksi, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan harus menjadi bagian dari setiap hari,” ujarnya penuh semangat.

Peresmian SULD Bela Negara di Universitas Pembangunan Nasional Veteran. ( Foto : Kumparan)

Ke depan, SULD Bela Negara akan mengadakan roadshow ke seluruh program studi di UPN VJT. Agenda ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan aksesibilitas bagi dosen dan mahasiswa, sekaligus memberikan edukasi mengenai etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Harapannya, inklusivitas tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga dipraktikkan dalam aktivitas akademik sehari-hari.

Secara struktural, SULD Bela Negara bernaung di bawah Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) yang diketuai Dr. Ir. Yenny Wuryandari, M.P.. Unit ini dibagi ke dalam dua bidang utama: bidang layanan dan pelatihan serta bidang humas dan digital. Keduanya bersinergi untuk mengintegrasikan layanan disabilitas dengan sistem pembelajaran modern berbasis teknologi digital.

Dengan langkah besar ini, UPN “Veteran” Jawa Timur menegaskan perannya sebagai pelopor kampus inklusif di Indonesia. SULD Bela Negara bukan hanya simbol komitmen, tetapi juga wujud nyata perjuangan menuju pendidikan tinggi yang adil, setara, dan benar-benar ramah disabilitas. (Restu)

Sumber: Kumparan