Viral! Makan 12 Anggur di Bawah Meja Saat Tahun Baru, Benarkah Bikin Cepat Jodoh?
Tradisi makan 12 anggur di bawah meja saat Tahun Baru dipercaya membawa hoki cinta. Ini asal-usulnya.
KamiBijak.com, Hiburan - Pergantian tahun selalu identik dengan beragam tradisi unik di berbagai belahan dunia. Salah satu ritual yang belakangan ramai dibicarakan, khususnya di media sosial, adalah kebiasaan makan 12 butir anggur di bawah meja saat malam Tahun Baru. Ritual ini disebut-sebut mampu mendatangkan keberuntungan, terutama dalam urusan asmara. Lantas, dari mana asal kepercayaan ini dan apa maknanya?
Tradisi tersebut sejatinya berasal dari Spanyol dan dikenal dengan sebutan Las Doce Uvas de la Suerte atau “dua belas anggur keberuntungan”. Dalam versi klasiknya, seseorang memakan satu butir anggur setiap kali lonceng berdentang sebanyak 12 kali tepat saat tengah malam. Dua belas anggur itu melambangkan 12 bulan dalam setahun, dengan harapan setiap bulan akan dipenuhi hal baik.
Konon, jika semua anggur berhasil dimakan tepat waktu mengikuti dentang lonceng, maka tahun yang akan datang dipercaya berjalan lebih lancar, penuh keberuntungan, dan jauh dari kesialan. Tradisi ini telah berlangsung lama dan menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru di Spanyol.
(Foto : Dok. Indozone)
Seiring waktu, ritual tersebut mengalami modifikasi. Di era modern, khususnya di kalangan anak muda, muncul versi makan 12 anggur sambil bersembunyi di bawah meja. Aksi ini dipercaya secara simbolis dapat “memanggil” energi cinta, mempercepat datangnya jodoh, atau memperbaiki hubungan romantis di tahun yang baru.
Berlindung di bawah meja dimaknai sebagai bentuk fokus pada keinginan pribadi. Posisi tersebut dianggap menciptakan suasana lebih intim, menjauh sejenak dari keramaian, dan membantu seseorang memusatkan harapan secara lebih mendalam. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, ritual ini tetap dilakukan dengan keyakinan dan niat positif.
Pemilihan anggur sendiri bukan tanpa alasan. Sejak lama, anggur dikenal sebagai simbol kemakmuran, kesuburan, kebahagiaan, dan kelimpahan. Dalam berbagai budaya, buah ini sering diasosiasikan dengan kehidupan dan keberuntungan, sehingga dianggap cocok untuk ritual pergantian tahun.
Popularitas makan anggur di bawah meja semakin melejit berkat media sosial. Banyak orang membagikan video dan kisah pribadi setelah menjalani ritual ini, termasuk klaim berhasil menemukan pasangan. Meski bersifat kepercayaan personal, hal tersebut justru menambah daya tariknya.
Pada akhirnya, ritual ini lebih tepat dipandang sebagai hiburan yang sarat makna simbolis. Ia menjadi cara seru menyambut Tahun Baru sekaligus menanamkan optimisme, terutama soal cinta. Namun, kebahagiaan dan hubungan yang sehat tetap bergantung pada usaha nyata, komunikasi, dan kesiapan diri, bukan sekadar ritual simbolik. (Restu)
Sumber : Fimela
Video Terbaru
MOST VIEWED
