Travel

Liburan Tetap Nyaman! Ini Cara Traveling Sesuai Siklus Menstruasi

Atur liburan sesuai siklus menstruasi agar tetap nyaman, minim nyeri, dan bebas drama PMS.

KamiBijak.com, Travel - Traveler perempuan sebaiknya tak lagi menganggap siklus menstruasi sebagai penghalang saat liburan. Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan tetap bisa dinikmati tanpa rasa tidak nyaman, nyeri berlebihan, atau gangguan suasana hati akibat PMS.

Siklus menstruasi dapat memengaruhi energi, emosi, hingga daya tahan tubuh perempuan. Oleh karena itu, menyesuaikan rencana traveling dengan fase menstruasi menjadi langkah bijak agar liburan berjalan lebih lancar dan menyenangkan.

Menjelang haid, sebagian perempuan kerap mengalami Premenstrual Syndrome (PMS) seperti perut kembung, nyeri, kelelahan, hingga perubahan mood. Sementara saat menstruasi berlangsung, tubuh biasanya lebih sensitif dan membutuhkan waktu istirahat lebih banyak. Meski demikian, kondisi ini tetap bisa disiasati dengan perencanaan yang matang.

Gambaran Siklus Menstruasi. (Foto : Dok. Facebook/PerfectFitIndonesia)

 

Mengutip Conde Nast Traveler edisi Rabu (21/1/2026), para ahli hormon membagikan sejumlah panduan agar perjalanan tetap nyaman meski bertepatan dengan siklus menstruasi.

Cara Merencanakan Liburan Sesuai Siklus Menstruasi

  1. Kenali Pola Siklus Tubuh Sendiri
    Setiap perempuan memiliki siklus menstruasi yang berbeda. Ada yang merasa lebih bertenaga setelah haid, ada pula yang justru mengalami penurunan stamina menjelang menstruasi. Mengenali pola tubuh, suasana hati, dan tingkat energi di setiap fase akan membantu menentukan waktu terbaik untuk bepergian.

 

  1. Usahakan Tidak Bepergian Saat PMS
    Jika memiliki fleksibilitas jadwal, hindari merencanakan liburan di fase PMS. Perubahan emosi, nyeri, hingga gangguan tidur bisa membuat perjalanan terasa lebih melelahkan. Namun jika tidak bisa dihindari, atur agenda yang ringan dan sisakan waktu lebih banyak untuk beristirahat.

 

  1. Utamakan Kenyamanan Selama Perjalanan
    Pilih pakaian longgar dengan bahan adem agar tubuh tetap nyaman. Gunakan alas kaki yang mendukung aktivitas tanpa membuat kaki cepat lelah. Jangan lupa membawa perlengkapan menstruasi pribadi, seperti pembalut, menstrual cup, atau obat pereda nyeri untuk berjaga-jaga.

 

  1. Buat Itinerary yang Fleksibel
    Jadwal liburan yang terlalu padat bisa menjadi beban saat kondisi tubuh tidak prima. Susun rencana perjalanan yang fleksibel agar aktivitas bisa disesuaikan dengan energi harian. Dengarkan sinyal tubuh dan hindari memaksakan diri.

 

  1. Jaga Pola Makan dan Hidrasi
    Asupan makanan sangat berpengaruh terhadap stamina dan kondisi tubuh. Kurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, serta kafein berlebih karena dapat memperparah gejala PMS. Perbanyak air putih, buah, sayuran, dan makanan bernutrisi untuk menjaga energi tetap stabil.

 

  1. Pesan Akomodasi Sejak Awal
    Persiapan penginapan lebih awal dapat mengurangi stres selama liburan. Pilih akomodasi yang bersih, nyaman, serta memiliki akses mudah ke kamar mandi, tempat makan, dan transportasi umum. Faktor ini sangat penting ketika tubuh membutuhkan waktu istirahat ekstra.

 

  1. Sesuaikan Jenis Liburan dengan Fase Menstruasi
    Tidak semua fase siklus cocok untuk aktivitas berat. Beberapa fase lebih ideal untuk eksplorasi dan kegiatan padat, sementara fase lain lebih pas untuk liburan santai. Dengan menyesuaikan jenis perjalanan dengan kondisi tubuh, liburan tetap menyenangkan tanpa mengganggu kesehatan.

Dengan memahami siklus menstruasi dan menyesuaikan rencana perjalanan, traveler perempuan tak perlu lagi khawatir liburan terganggu. Liburan pun tetap nyaman, aman, dan bebas drama. (Restu)

Sumber : Detik Travel