Hiburan

Air Terus Boros? Ini Cara Simpel Hemat Air di Rumah Versi EPA yang Jarang Disadari

EPA bagikan panduan praktis hemat air di rumah, dari kamar mandi hingga halaman.

KamiBijak.com, Hiburan - Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau Environmental Protection Agency (EPA) melalui laman resminya epa.gov membagikan panduan praktis untuk membantu masyarakat menghemat penggunaan air dalam aktivitas sehari-hari. Langkah-langkah ini dinilai sederhana, namun berdampak besar dalam menekan pemborosan air sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

EPA menegaskan bahwa pengurangan konsumsi air tidak hanya berfungsi menghemat sumber daya alam, tetapi juga menurunkan kebutuhan energi serta bahan kimia yang digunakan dalam proses pemompaan dan pengolahan air bersih. Jika diterapkan secara konsisten, kebiasaan kecil ini bisa memberikan efek jangka panjang bagi lingkungan.

Infografis Cara Hemat Air di Rumah. (Foto : Dok. CNN Indonesia)

 

Berikut sejumlah tips menghemat air di rumah berdasarkan area penggunaannya, dirangkum dari panduan resmi EPA.

1. Kamar Mandi

Kamar mandi menjadi salah satu area dengan konsumsi air terbesar di rumah. EPA menyarankan penggunaan alat sederhana seperti penahan air atau botol plastik yang diletakkan di dalam tangki toilet untuk mengurangi volume air setiap siraman.

Selain itu, penggunaan shower hemat air dengan aliran maksimal 2,5 galon per menit dapat membantu menekan pemakaian air tanpa mengurangi kenyamanan mandi. Biasakan mandi singkat dan hindari berendam terlalu lama.

Saat mengganti toilet, pilih model hemat air yang menggunakan 1,6 galon air atau kurang per sekali siram. EPA juga menyarankan pengecekan kebocoran toilet secara berkala dengan meneteskan pewarna makanan ke dalam tangki. Jika warna merembes ke mangkuk tanpa disiram, berarti ada kebocoran.

Kebiasaan sederhana lain yang sering terlupakan adalah mematikan keran saat menyikat gigi atau bercukur, karena air yang terbuang bisa sangat besar jika dibiarkan mengalir.

 

2. Dapur dan Ruang Cuci

Di dapur, EPA menganjurkan pengolahan sisa makanan menjadi kompos dibandingkan membuangnya melalui penghancur sampah di wastafel yang menghabiskan banyak air.

Untuk air minum dingin, simpan air dalam botol atau galon di lemari es agar tidak perlu menyalakan keran terlalu lama. Saat mencuci pakaian, jalankan mesin cuci hanya ketika muatan penuh. Gunakan air hangat atau dingin jika memungkinkan, karena air panas membutuhkan energi lebih besar.

Jika kondisi memungkinkan, menjemur pakaian secara alami juga dapat menghemat air dan listrik sekaligus.

 

3. Area Luar Rumah

Penggunaan air di luar rumah sering kali luput dari perhatian. EPA merekomendasikan sistem irigasi tetes untuk tanaman agar air langsung terserap ke akar. Pilih tanaman dan rumput yang tahan kekeringan untuk mengurangi kebutuhan penyiraman.

Potong rumput dengan tinggi minimal tiga inci agar akar terlindungi dari panas dan lebih tahan terhadap kondisi kering. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau malam untuk meminimalkan penguapan.

Penggunaan material berpori seperti kerikil untuk jalan masuk dan trotoar juga membantu air hujan meresap ke tanah. Saat membersihkan halaman, gunakan sapu daripada selang air. Untuk mencuci mobil, kurangi frekuensinya atau pilih tempat cuci mobil yang mendaur ulang air. Jika mencuci sendiri, gunakan ember dan nozzle semprot hemat air.

EPA menilai langkah-langkah ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan air secara efisien serta mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas sehari-hari. (Restu)

Sumber : Liputan6