Berita

Tingkatkan Layanan Publik, Indonesia Perlu Belajar Inklusivitas dari Malaysia dan Jepang

Pembelajaran tersebut mencakup tentang pendataan, pendidikan, serta akses layanan publik yang lebih terintegrasi.

KamiBijak.com, Berita - Praktik inklusivitas kepada penyandang disabilitas di Malaysia dan Jepang dinilai dapat menjadi rujukan bagi Indonesia. Pembelajaran tersebut mencakup tentang pendataan, pendidikan, serta akses layanan publik yang lebih terintegrasi.

“Praktik inklusivitas penyandang disabilitas di Malaysia dan Jepang dapat menjadi rujukan bagi Indonesia,” ujar Karim Amrullah, Ketua Departemen Pendidikan Rumah Disabilitas. Pernyataan itu disampaikannya saat dialog bersama RRI Programa 1 Palembang, Sabtu (27/12/2025).

Malaysia saat ini dinilai unggul dalam sistem pendataan tunggal penyandang disabilitas. Pendataan tersebut bahkan dilengkapi dengan kartu disabilitas untuk mempermudah akses layanan dan kebijakan afirmatif.

Sementara Jepang merupakan negara yang menekankan integrasi pendidikan dengan dunia kerja bagi penyandang disabilitas. Kampus dan perusahaan di Jepang bekerja sama dengan kompak untuk menyiapkan layanan dan sistem kerja yang inklusif.

Menurut Karim, Indonesia masih banyak menghadapi tantangan pada kemauan dan kesadaran aparat pemerintah. Banyak layanan publik yang sampai sekarang belum ramah disabilitas karena perspektif yang keliru terhadap kebutuhan aksesibilitas.

Di bidang pendidikan, kesiapan guru menjadi faktor yang cukup krusial dalam mewujudkan sekolah inklusif. Selain kurikulum dan fasilitas, guru juga perlu mendapat pelatihan khusus untuk melayani siswa disabilitas.

Karim menegaskan bahwa inklusivitas merupakan amanat undang-undang dan hak seluruh warga negara. Ia berharap kedepannya praktik baik dari Malaysia dan Jepang dapat diadaptasi di Indonesia secara berkelanjutan. (Irene)

Sumber: rri.co.id