Hiburan

Waspada! 5 Tanda Kamu Pacaran Sama “Manchild” yang Bikin Capek Sendiri

Kenali ciri pria “manchild” yang bikin hubungan tak sehat dan melelahkan secara emosional.

KamiBijak.com, Hiburan - Tahu istilah “manchild”? Kata ini sedang ramai dibicarakan, apalagi sejak Sabrina Carpenter menyanyikannya dalam salah satu lagunya. Di balik nadanya yang catchy, istilah ini ternyata punya makna yang cukup serius. “Manchild” digunakan untuk menyebut pria dewasa yang masih bersikap kekanak-kanakan alias belum matang secara emosional.

Dalam hubungan asmara, berpacaran dengan seorang manchild bisa membuatmu kewalahan. Alih-alih menjadi pasangan yang saling mendukung, kamu justru merasa seperti “orang tua” yang harus terus mengatur, menegur, bahkan mengurus si dia. Akibatnya, hubungan jadi timpang dan sulit berkembang ke arah yang lebih dewasa.

Menurut Cambridge Dictionary, manchild berarti pria dewasa yang tidak berperilaku tenang, serius, atau bijak sebagaimana mestinya untuk usia mereka. Sementara itu, HuffPost menggambarkan manchild sebagai laki-laki yang menghindari tanggung jawab, terutama dalam urusan rumah tangga, dengan berbagai alasan seperti menunda-nunda, berpura-pura tidak tahu, atau sengaja mengalihkan perhatian.

Masalah muncul ketika perilaku seperti ini terjadi dalam hubungan. Salah satu pihak akhirnya harus menanggung beban emosional dan logistik sendirian, sementara pasangannya bersantai tanpa rasa tanggung jawab. Kalau kamu merasa pernah ada di posisi ini, bisa jadi kamu sedang menjalin hubungan dengan seorang manchild.

Ilustrasi Pria Manchild. (Foto : Dok. Vision Psychology)

 

Nah, biar kamu bisa lebih waspada, berikut beberapa tanda pria “manchild” yang perlu kamu kenali, seperti dijelaskan oleh InStyle:

  1. Rumahnya selalu berantakan.
    Kondisi rumah yang kacau bisa menandakan ia belum bisa mengurus dirinya sendiri. Ia mungkin kurang disiplin atau tidak mampu mengatur waktu untuk hal-hal sederhana seperti membersihkan tempat tinggal.

  2. Selalu punya alasan untuk setiap kesalahan.
    Kalau setiap kali ia telat, lupa janji, atau melakukan kesalahan tapi malah menyalahkan hal lain, itu tanda ia belum siap bertanggung jawab atas tindakannya.

  3. Sulit diandalkan.
    Minta tolong sedikit saja bisa bikin kamu kecewa. Ia mungkin sering lupa, malas, atau pura-pura sibuk bahkan untuk hal sepele seperti menjemputmu atau sekadar membantu urusan kecil.

  4. Tidak bisa menerima kritik.
    Saat diberi masukan, bukannya introspeksi, ia malah defensif dan tersinggung. Ia sulit mengakui kesalahan karena egonya terlalu besar.

  5. Suka pura-pura tidak tahu.
    Ketika ada tugas atau tanggung jawab yang tidak ia sukai, ia akan bertingkah seolah-olah tidak paham supaya kamu yang akhirnya turun tangan.

Kalau beberapa poin di atas terdengar familiar, mungkin sudah waktunya kamu mempertimbangkan kembali hubunganmu. Ingat, hubungan yang sehat seharusnya berjalan seimbang, bukan membuat satu pihak jadi “pengasuh” bagi pasangannya. (Restu)

Sumber : Cosmopolitan Indonesia