Sering Terjadi Kecelakaan! Ini Cara Mencegah Rem Blong pada Mobil
Rem blong bisa dicegah dengan perawatan rutin dan teknik berkendara yang tepat. Simak tips aman agar sistem mobil tetap optimal.
KamiBijak.com, Hiburan - Kasus kecelakaan lalu lintas akibat rem blong belakangan semakin sering terjadi dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengendara. Kondisi ini sangat berbahaya karena saat rem tidak mampu memperlambat kendaraan, mobil dapat kehilangan kendali, terlebih ketika melaju dengan kecepatan tinggi atau saat melintasi jalan menurun. Padahal, risiko rem blong sebenarnya dapat ditekan apabila pengemudi menerapkan kebiasaan berkendara yang aman serta melakukan perawatan kendaraan secara rutin, khususnya pada sistem pengereman.
Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, menjelaskan bahwa langkah paling mendasar untuk mencegah rem blong adalah pemeriksaan berkala pada sistem rem. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh komponen bekerja optimal. Selain itu, pembersihan dan pelumasan ulang perlu dilakukan agar kinerja rem tetap maksimal. Kampas rem yang sudah menipis sebaiknya segera diganti untuk mencegah penurunan daya cengkeram.
Ilustrasi minyak rem mobil (foto : Astra Daihatsu)
Tak kalah penting, minyak rem juga harus diperhatikan. Menurut Imun, minyak rem idealnya diganti setiap 40.000 kilometer atau ketika warnanya sudah menghitam. Banyak pengemudi menganggap minyak rem tidak terlalu berpengaruh, padahal saat suhu meningkat, minyak rem yang kualitasnya menurun lebih mudah menguap dan menyebabkan pedal rem terasa ngempos.
Selain perawatan, kebiasaan mengemudi juga berperan besar. Penggunaan pedal rem secara terus-menerus, terutama di jalan menurun panjang, sangat tidak dianjurkan. Menginjak rem setengah dalam waktu lama justru membuat kampas rem dan cakram cepat panas sehingga berpotensi mengalami overheating. Sebagai alternatif yang lebih aman, pengemudi disarankan memanfaatkan gigi rendah agar engine brake membantu memperlambat laju kendaraan tanpa membebani sistem rem.
Hardi Wibowo, pemilik bengkel Aha Motor Yogyakarta, menambahkan bahwa pengemudi sebaiknya membiasakan mengocok pedal rem sebelum berkendara. Dengan menekan pedal rem beberapa kali, pengemudi bisa merasakan apakah sistem rem bekerja normal atau tidak. Pasalnya, tidak semua gangguan rem ditandai dengan lampu indikator di panel instrumen.
Hardi juga menjelaskan bahwa gejala rem bermasalah bisa dirasakan dari karakter pedal. Rem ngempos biasanya ditandai pedal yang terasa lebih dalam, sedangkan masalah pada booster rem membuat pedal terasa keras meski mesin menyala. Selain itu, setiap mobil memiliki karakter ketinggian pedal rem yang berbeda, sehingga pengemudi perlu mengenali titik awal pengereman saat kampas mulai bersentuhan dengan cakram. Dengan pemahaman ini, pengereman bisa dilakukan lebih terukur, aman, dan tetap nyaman bagi penumpang. (Keisha/MG)
Sumber : Kompas
Video Terbaru
MOST VIEWED
