Berita

Sering Dikira Tahi Lalat, Padahal Ciri Kanker Kulit

Penjelasan apa itu Melanoma, dan bagaimana pencegahan serta pengobatannya.

KamiBijak.com, Berita - Melanoma merupakan salah satu jenis kanker kulit paling agresif yang berkembang dari sel melanosit, yaitu sel penghasil pigmen kulit. Kondisi ini sering kali muncul menyerupai tahi lalat baru atau berkembang dari tahi lalat yang sudah ada sebelumnya. Meski relatif jarang dibanding jenis kanker kulit lain, melanoma tergolong lebih berbahaya karena dapat menyebar ke jaringan lain hingga organ vital seperti paru-paru, hati, dan tulang.

Kanker ini tidak hanya muncul di area yang sering terpapar sinar matahari, tetapi juga bisa berkembang di bagian tubuh yang tersembunyi seperti telapak tangan, telapak kaki, kulit kepala, hingga area genital, bahkan dapat terjadi pada mata. Melanoma umumnya ditemukan pada orang dewasa, terutama usia sekitar 40 tahun, dan dapat dialami baik oleh pria maupun wanita.

Terdapat beberapa jenis melanoma dengan karakteristik berbeda, di antaranya superficial spreading melanoma yang paling umum, nodular melanoma yang berkembang lebih cepat, lentigo maligna melanoma yang sering terjadi pada lansia, serta acral lentiginous melanoma yang jarang dan biasanya muncul di telapak tangan, kaki, atau bawah kuku.

Gejala melanoma umumnya ditandai dengan perubahan pada tahi lalat, seperti bentuk yang tidak simetris, batas tidak teratur, perubahan warna, ukuran yang membesar, serta munculnya rasa gatal, nyeri, atau perdarahan. Pada kondisi yang lebih lanjut, gejala dapat berkembang menjadi pembengkakan kelenjar getah bening, sesak napas, hingga nyeri tulang. Untuk membantu deteksi dini, dapat digunakan metode ABCDE yang menilai perubahan bentuk, batas, warna, ukuran, dan perkembangan tahi lalat dari waktu ke waktu.

Penyebab pasti melanoma belum diketahui, namun mutasi genetik dan paparan sinar ultraviolet menjadi faktor utama yang diduga memicu terjadinya kanker ini. Risiko juga meningkat pada individu dengan riwayat paparan sinar matahari berlebih, banyak tahi lalat, kulit tertentu, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Meski begitu, melanoma tetap dapat terjadi pada siapa saja sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Diagnosis melanoma dilakukan melalui pemeriksaan medis seperti pemeriksaan fisik, biopsi kulit, hingga tes pencitraan. Sementara itu, pengobatan umumnya dilakukan dengan operasi untuk mengangkat jaringan kanker, terutama pada tahap awal. Jika kanker telah menyebar, penanganan dapat melibatkan terapi tambahan seperti radiasi, kemoterapi, imunoterapi, atau terapi target.

Pencegahan melanoma dapat dilakukan dengan melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet, seperti menggunakan sunscreen, mengenakan pakaian pelindung, serta menghindari paparan sinar matahari berlebih. Selain itu, menjaga gaya hidup sehat dan rutin memeriksa kondisi kulit juga menjadi langkah penting untuk mendeteksi dan menangani melanoma sejak dini.(Athar/Magang)

Sumber: Hellosehat