Berita

RBKI dan Difapreneur Adakan Literasi Keuangan Inklusif untuk Teman Tuli dan Disabilitas Fisik

RBKI dan Difapreneur gelar literasi keuangan inklusif bagi teman tuli dan disabilitas fisik.

KamiBijak.com, Berita – Upaya untuk meningkatkan pemahaman serta kemandirian finansial bagi masyarakat berkebutuhan khusus terus digalakkan secara berkesinambungan. Rumah Bina Kreasi Indonesia (RBKI) bersama Difapreneur Inklusi Indonesia kembali menggelar program literasi keuangan inklusif yang ditujukan bagi teman tuli dan disabilitas fisik di Ekowisata Keranggan, Tangerang Selatan, pada Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian edukasi bertema Learn, Plan, Grow for a Better Financial Future yang dirancang dalam tiga tahapan pertemuan. Setelah sesi pertama sukses diselenggarakan pada awal September lalu, sesi kedua ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang sangat antusias menyerap materi seputar keamanan di dunia keuangan digital. Adapun sesi ketiga rencananya akan kembali dilanjutkan pada awal November 2026 mendatang.

Materi pelatihan ini disampaikan langsung oleh tim Bank SMBC Indonesia dengan cakupan pembahasan komprehensif. Pada sesi pertama, peserta dibekali pengetahuan dasar tentang tata cara mengatur keuangan pribadi, menyusun anggaran, hingga menyiapkan dana darurat. Sementara pada sesi kedua, fokus utama diarahkan pada pentingnya kewaspadaan saat bertransaksi secara digital, pencegahan kejahatan phishing, bahaya pinjaman ilegal dan investasi bodong, serta langkah krusial dalam menjaga keamanan data pribadi.

Baca juga:

60 Pengemudi Ojol Teman Tuli Ikut Pelatihan Keuangan & Safety

Para peserta teman tuli dan disabilitas fisik saat mengikuti sesi literasi keuangan inklusif yang digelar RBKI dan Difapreneur di Ekowisata Keranggan, Tangerang Selatan (6/10/2026). (Foto: Revolusi News)

Seluruh jalannya kegiatan juga didampingi oleh penerjemah bahasa isyarat guna memastikan informasi tersampaikan secara akurat dan ramah disabilitas. Melalui pendampingan tersebut, para peserta mengungkapkan rasa gembira serta bersyukur atas ilmu praktis yang didapatkan untuk diterapkan dalam usaha maupun kehidupan sehari-hari.

Kami dapat ilmu yang luar biasa sehingga bisa mengetahui cara menata keuangan usaha yang kami lakukan dan bisa mengantisipasi penipuan digital jika kita mengalami,

ungkap salah satu peserta kegiatan.

Pada akhir sesi pelatihan ketiga mendatang, peserta juga akan dibekali materi mengelola penghasilan bisnis, memisahkan modal usaha dan uang pribadi, serta keterampilan praktis seperti kreasi kerudung segi tiga sebagai modal berwirausaha. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan finansial serta mendorong pertumbuhan ekonomi bagi komunitas disabilitas secara berkelanjutan. (Fania/Magang)

Sumber: Revolusi News

Fania