Hiburan

Puasa Lancar Tanpa Bau Mulut, Ini Rahasianya!

Bau mulut saat puasa sering dipicu mulut kering. Kenali jenis, penyebab, dan tips mencegahnya agar tetap segar selama Ramadhan.

KamiBijak.com, Hiburan - Bau mulut kerap menjadi keluhan yang mengganggu selama puasa Ramadhan. Banyak orang mengira kondisi ini semata-mata disebabkan makanan saat sahur. Faktanya, penyebabnya tidak selalu sesederhana itu.

Secara umum, bau mulut saat berpuasa lebih sering terjadi karena mulut kering. Selama berjam-jam tanpa makan dan minum, produksi air liur menurun. Padahal, air liur berperan penting membersihkan rongga mulut dan menekan pertumbuhan bakteri. Ketika jumlahnya berkurang, bakteri lebih mudah berkembang dan menghasilkan senyawa penyebab bau tak sedap.

Dokter gigi Paulus Januar dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia menjelaskan bahwa bau mulut dapat dibedakan berdasarkan pemicunya.

 

  1. Bau mulut patologis

Kondisi ini dipicu bakteri anaerob gram negatif yang memproduksi gas VSCs (Volatile Sulfur Compounds). Bakteri biasanya bersarang di pangkal lidah, gigi berlubang, karang gigi, atau gusi yang meradang. Bau mulut tipe ini umum muncul saat bangun tidur karena aliran air liur berkurang selama malam. Dalam kasus ringan, kondisi ini umumnya membaik setelah berkumur dan menjaga kebersihan mulut.

 

  1. Bau mulut akibat konsumsi makanan beraroma tajam

Bau mulut juga dapat dipicu oleh konsumsi makanan beraroma tajam. Beberapa contoh yang paling sering menjadi penyebab adalah petai, jengkol, dan bawang putih. Senyawa dari makanan tersebut dapat bertahan di rongga mulut maupun terbawa melalui aliran darah dan pernapasan, sehingga memicu aroma tidak sedap.

Selain faktor makanan, kebiasaan merokok turut berkontribusi terhadap munculnya bau mulut. Zat kimia dalam rokok dapat mengurangi produksi air liur sekaligus meninggalkan bau khas. Umumnya, bau mulut jenis ini akan berangsur hilang ketika pemicunya, baik makanan beraroma tajam maupun rokok, tidak lagi dikonsumsi.

 

  1. Pseudohalitosis atau bau mulut semu. 

Pseudohalitosis atau bau mulut semu merupakan kondisi ketika seseorang merasa mulutnya berbau tidak sedap. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan secara medis, tidak ditemukan adanya bau mulut maupun gangguan kesehatan mulut yang menjadi penyebabnya.

Kondisi ini umumnya berkaitan dengan faktor psikologis. Rasa cemas berlebihan, stres, hingga halitofobia dapat membuat seseorang meyakini dirinya mengalami bau mulut, meski secara objektif tidak terbukti.

 

Untuk memastikan adanya bau mulut, dokter gigi dapat melakukan pemeriksaan melalui metode organoleptik (penciuman langsung), analisis kromatografi gas, atau alat khusus seperti halimeter. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi sumber masalah secara akurat.

Selama puasa, mulut kering memang sulit dihindari. Untuk meminimalkan risikonya, disarankan memperbanyak minum saat sahur guna merangsang produksi air liur. Jika mulut terasa kering, berkumur dapat membantu menjaga kelembapan. Selain itu, batasi makanan berbau tajam dan hindari merokok.

Apabila bau mulut tetap muncul meski kebersihan mulut sudah dijaga, sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi. Dengan memahami penyebab dan langkah pencegahannya, bau mulut saat puasa tidak perlu lagi menjadi sumber rasa kurang percaya diri. (Keisha/MG)

Sumber : CNN Indonesia