Post-Vacation Blues? Alasan dan Cara Mengatasi Rasa Berat Usai Liburan
Post-vacation blues membuat kembali bekerja terasa berat. Kenali penyebabnya dan terapkan tips sederhana agar transisi usai liburan lebih ringan.
KamiBijak.com, Hiburan - Perasaan cemas, enggan beraktivitas, hingga munculnya rasa hampa setelah liburan kerap dianggap sebagai sikap berlebihan. Padahal, kondisi yang dikenal sebagai post-vacation blues merupakan reaksi emosional yang nyata dan umum terjadi. Pada fase ini, hari-hari awal kembali bekerja terasa berat, melelahkan, dan menguras energi, bahkan bagi orang yang sebenarnya menikmati pekerjaannya.
Perubahan mendadak dari suasana santai saat libur menuju tuntutan rutinitas menjadi pemicu utama kondisi tersebut. Meski demikian, post-vacation blues bersifat sementara dan dapat diredakan dengan langkah-langkah sederhana agar manfaat liburan tidak langsung menguap.
Ilustrasi Post-Vacation Blues (foto : India Today)
Psikolog Monica Johnson, PsyD, pemilik Kind Mind Psychology di New York City, menjelaskan bahwa liburan sering dipersepsikan sebagai momen puncak kebahagiaan. Aktivitas baru, suasana menyenangkan, dan minimnya tekanan membuat pengalaman liburan terasa sangat kontras dengan keseharian. Ketika harus kembali pada rutinitas yang cenderung monoton, tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Kondisi ini semakin berat karena banyak orang menumpuk harapan akan kebahagiaan dan istirahat hanya pada satu momen liburan, seolah-olah itu menjadi satu-satunya pelarian dari tekanan hidup sehari-hari.
Untuk mempermudah transisi kembali bekerja, ada beberapa strategi sederhana yang disarankan para ahli. Psikoterapis berlisensi Michael Ceely, LMFT, menyarankan agar rumah ditinggalkan dalam kondisi rapi sebelum berangkat liburan. Rumah yang bersih, sprei yang baru diganti, dan dapur yang tidak berantakan dapat membantu menciptakan perasaan nyaman saat pulang, sehingga suasana hati tidak langsung jatuh.
Jika memungkinkan, sisakan satu hari khusus sebagai masa transisi sebelum kembali bekerja. Hari ini sebaiknya dimanfaatkan untuk beristirahat, membongkar barang bawaan, dan menenangkan diri, bukan diisi dengan agenda padat. Memberi jeda semacam ini membantu tubuh dan pikiran menyesuaikan ritme secara perlahan.
Kembali bekerja juga tidak harus berarti seluruh kesenangan liburan berakhir. Nuansa liburan bisa tetap dihadirkan melalui hal-hal kecil, seperti menikmati makanan favorit, mencoba menu baru, atau merencanakan aktivitas ringan yang dinanti. Potongan kecil kebahagiaan ini dapat membantu menjaga semangat di minggu-minggu awal bekerja.
Lebih jauh, perasaan tidak nyaman setelah liburan patut didengarkan. Menurut Johnson, post-vacation blues bisa menjadi tanda adanya kebutuhan yang belum terpenuhi dalam pekerjaan atau gaya hidup. Liburan sering dijadikan pelarian sementara, padahal satu perjalanan tidak cukup untuk mengatasi ketidakpuasan jangka panjang. Refleksi sederhana tentang apa yang membuat liburan terasa menyenangkan dapat menjadi langkah awal menuju perubahan kecil yang lebih berkelanjutan. (Keisha/MG)
Sumber : Kompas
Video Terbaru
MOST VIEWED
