Berita

Pertuni Probolinggo Gelar Pelatihan Braille Disabilitas Netra

Pertuni Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan baca tulis Braille bagi disabilitas netra.

KamiBijak.com, Berita – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan baca tulis Braille bagi anggota penyandang disabilitas netra pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 32 peserta ini dibuka secara resmi di aula SLB Dharma Asih Kraksaan. Acara pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, Kepala SLB Dharma Asih Kraksaan Slamet, serta Ketua DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo Moh. Ansori.

Pelatihan yang berlangsung selama lima kali pertemuan ini menghadirkan instruktur Rahman Hadi dari DPC Pertuni Kabupaten Jember dan Fatimah dari DPC Pertuni Kabupaten Bondowoso. Ketua DPC Pertuni Kabupaten Probolinggo, Moh. Ansori, menjelaskan bahwa pelatihan ini menyasar anggota pemula agar memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis huruf Braille. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tingkat dasar bagi yang belum memahami Braille dan tingkat lanjutan bagi yang sudah memiliki kemampuan dasar.

Ini pelatihan baca tulis Braille bagi anggota penyandang disabilitas netra, terutama yang menjadi sasaran kami adalah anggota pemula. Harapannya, teman-teman ini setidaknya sudah punya dasar terkait dengan Braille,

ujar Ansori.

Peserta tingkat dasar mempelajari pengenalan titik-titik Braille hingga tanda baca, sedangkan tingkat lanjutan mempelajari materi yang lebih kompleks seperti simbol matematika, tulisan singkat, hingga Al-Quran Braille. Pembagian kelas ini dilakukan agar materi sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.

Puluhan anggota penyandang disabilitas netra mengikuti pelatihan membaca dan menulis huruf Braille di aula SLB Dharma Asih Kraksaan. (Foto: Kominfo)

Baca juga:

RSUD Dr Harjono Ponorogo Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Dasar

Ansori menegaskan bahwa kemampuan membaca dan menulis Braille tetap penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, teknologi dan Braille saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan.

Teknologi dan Braille itu tidak bisa dipisahkan, tapi saling bergandengan. Karena Braille itu tidak ada batas. Kalau HP dan laptop masih ada batas,

terangnya.

Ia mencontohkan bahwa perangkat elektronik memerlukan daya seperti baterai, sementara Braille selalu dapat digunakan selama ada kertas dan alat tulis.

Kalau misalnya HP itu tidak ada baterainya, laptop tidak ada baterainya, itu kan bingung kita-kita mau nulis dan membaca. Tapi kalau Braille selama ada kertas bisa, Kuncinya itu sering-sering digunakan. Karena kepekaan tangan itu yang membuat kita bisa lancar untuk membaca dan menulis,

tegas Ansori.

Ia menuturkan bahwa kunci utama menguasai Braille adalah dengan terus berlatih menggunakan kepekaan tangan. Melalui pelatihan yang didanai hibah ini, Ansori berharap para peserta yang lulus dapat membagikan ilmu yang diperoleh kepada anggota disabilitas netra lainnya.

Harapannya ini bisa ditindaklanjuti oleh teman-teman sendiri. Kami memang punya program door to door, tapi kurang efektif karena banyak biaya. Alhamdulillah ini ada hibah sehingga kami bisa mengumpulkan teman-teman. Harapannya, dari teman-teman ini bisa jadi salah satu alumni yang menyebarkan ke yang lain,

pungkasnya.

(Fania/Magang)

Sumber: Probolinggokab.go.id

Fania