Berita

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Hadirkan Program PADU untuk Disabilitas di Bitung

Program ini menjadi inisiatif baru untuk memberikan akses pelatihan dan pendampingan khusus

KamiBijak.com, Berita - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung memperkenalkan Program PADU atau Pusat Ajar Disabilitas Unggul sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas di Kota Bitung. Program ini menjadi inisiatif baru yang dirancang untuk memberikan akses pelatihan dan pendampingan khusus bagi kelompok disabilitas agar mereka memiliki kesempatan yang lebih luas dalam mengembangkan diri.

Menurut laporan, PADU hadir sebagai respon terhadap kondisi penyandang disabilitas yang kerap menghadapi tantangan berlapis. Salah satu yang paling dikeluhkan adalah minimnya ruang pembelajaran lanjutan setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB). Banyak lulusan SLB merasa kebingungan serta cemas mengenai masa depan mereka, terutama terkait peluang kerja dan aktivitas produktif yang bisa mereka lakukan. Melihat situasi tersebut, Pertamina Patra Niaga mengambil langkah konkret dengan menghadirkan program yang secara khusus ditujukan untuk menjawab kebutuhan tersebut.

 

Menjawab Kekhawatiran Lulusan SLB

Pihak SLB yang terlibat dalam diskusi bersama Pertamina Patra Niaga mengaku sering menerima keluhan dari orang tua maupun siswa mengenai masa depan pasca-pendidikan. Tanpa pelatihan lanjutan atau pendampingan kompetensi, lulusan SLB berisiko kehilangan motivasi dan sulit menemukan ruang untuk berkembang. Kondisi ini menjadi latar belakang utama lahirnya PADU.

Melalui PADU, Pertamina ingin membangun jembatan transisi antara dunia pendidikan dan kehidupan sosial-masyarakat. Program ini memberikan ruang aman bagi para penyandang disabilitas untuk belajar, berlatih, dan meningkatkan keahlian sesuai kemampuan masing-masing.

 

Fasilitas dan Sistem Pembelajaran Inklusif

Dalam pelaksanaannya, PADU menghadirkan berbagai aktivitas pembelajaran inklusif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Program ini tidak hanya berfokus pada pengajaran keterampilan teknis, tetapi juga penguatan karakter dan soft skill seperti komunikasi, kerja sama, serta pengembangan minat pribadi.

Kegiatan-kegiatan yang dihadirkan dirancang agar mudah diikuti oleh peserta dari berbagai jenis disabilitas. Lingkungannya pun dibuat nyaman agar peserta dapat belajar tanpa merasa tertekan.

Selain itu, PADU juga diharapkan dapat menjadi wadah berkumpulnya komunitas disabilitas di Bitung. Dengan adanya interaksi rutin, peserta dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring sosial yang lebih kuat. Kehadiran ruang sosial seperti ini sangat penting karena banyak penyandang disabilitas yang sebelumnya tidak memiliki lingkungan belajar yang konsisten setelah lulus dari sekolah.

 

Komitmen Pertamina dalam Pemberdayaan Sosial

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa PADU sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Program ini merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang inklusif melalui pemberdayaan kelompok yang seringkali termarjinalkan. Dengan menghadirkan PADU di Bitung, perusahaan berharap masyarakat semakin menyadari bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar apabila diberi ruang dan dukungan yang tepat.

 

Harapan dan Dampak ke Depan

Peluncuran PADU menjadi langkah awal dari perjalanan panjang pemberdayaan disabilitas di Bitung. Pertamina Patra Niaga berharap bahwa program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta, baik dalam hal meningkatkan keterampilan maupun rasa percaya diri. Ke depannya, PADU diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran inklusif yang menginspirasi daerah lain di Sulawesi maupun wilayah Indonesia lainnya.

Dengan adanya PADU, penyandang disabilitas di Bitung kini memiliki ruang baru untuk belajar, berlatih, dan menatap masa depan dengan keyakinan. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan bukan hanya wacana, melainkan dapat diwujudkan melalui komitmen dan kolaborasi nyata antara berbagai pihak. (Sindi/PKL)

Sumber : Kumparan