Kasus Kusta di Sumenep Turun Drastis, tapi Angkanya Masih Bikin Kaget!
Jumlah kasus kusta di Sumenep turun pada 2025, namun wilayah ini tetap zona merah Jawa Timur.
KamiBijak.com, Berita - Jumlah penderita kusta di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada tahun 2025 tercatat mencapai 150 orang. Data Dinas Kesehatan P2KB Sumenep menunjukkan bahwa dari total tersebut, 86 pasien berjenis kelamin laki-laki dan 64 perempuan. Dari keseluruhan kasus, terdapat 17 penderita yang sudah mengalami disabilitas, terdiri dari 11 disabilitas ringan dan 6 disabilitas berat.
Ilustrasi Kondisi Kusta pada Tangan. (Foto : Dok. Tribun News)
Jika dilihat dari jenisnya, hanya 7 pasien yang terdeteksi sebagai penderita Kusta Pausibasiler (PB), yang dikenal sebagai kusta kering dengan jumlah bakteri relatif sedikit. Sementara itu, sebagian besar atau 143 orang termasuk kategori Kusta Multibasiler (MB), yaitu kusta basah yang memiliki jumlah kuman lebih tinggi dan tingkat penularannya lebih besar.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Ellya Fardasyah, menjelaskan bahwa kusta adalah penyakit menular yang penyebarannya terjadi melalui droplet. Meski begitu, penularannya tidak berlangsung cepat.
“Penyakit ini tidak langsung menular dalam waktu singkat. Gejalanya bahkan baru muncul dua hingga lima tahun setelah terpapar,” ujar Ellya.
Ellya menambahkan bahwa lambatnya perkembangan bakteri kusta membuat sebagian penderita tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi. Karena itu, setiap kali muncul kasus baru, petugas kesehatan akan melakukan pelacakan terhadap 10 hingga 20 orang yang memiliki kontak erat dengan penderita. Proses ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penyebaran yang tidak terdeteksi.
Untuk menjalani pengobatan, pasien kusta membutuhkan waktu minimal enam bulan. Namun, proses penyembuhannya bisa berlangsung lebih lama, bahkan bertahun-tahun, tergantung kondisi masing-masing.
“Kusta itu bisa diobati. Yang berbahaya justru ketika pasien terlambat terdeteksi, biasanya sudah muncul cacat,” tegas Ellya.
Ia juga mengungkapkan bahwa masih tingginya angka kasus di Sumenep tidak hanya berasal dari temuan baru, tetapi juga dari pasien lama yang belum benar-benar sembuh total. “Kasusnya tidak hilang begitu saja, sehingga angka temuan masih terlihat tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, Kabupaten Sumenep menunjukkan perkembangan positif. Jumlah kasus kusta pada 2025 ini turun cukup signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 246 penderita. Walau angkanya menurun, Sumenep tetap termasuk salah satu wilayah dengan jumlah kasus kusta tertinggi di Jawa Timur. (Restu)
Sumber : Kompas
Video Terbaru
MOST VIEWED
