Kuliner

Matcha vs Hojicha: Rahasia Rasa, Manfaat, dan Tren Teh Jepang yang Bikin Nagih!

Temukan perbedaan, manfaat, dan tren matcha serta hojicha yang kini jadi favorit pecinta teh.

KamiBijak.com, Kuliner - Budaya minum teh Jepang kini semakin mendominasi gaya hidup modern di Indonesia. Dua bintang utamanya—matcha dan hojicha—menjadi primadona karena menawarkan sensasi rasa unik sekaligus manfaat luar biasa bagi kesehatan. Meski berasal dari tanaman teh yang sama, Camellia sinensis, perbedaan proses pengolahannya menciptakan karakter dan cita rasa yang sangat berbeda.

Perbedaan Proses dan Cita Rasa

Kunci utama perbedaan matcha dan hojicha terletak pada cara pengolahannya.
Matcha dibuat dari daun teh muda yang ditanam di area teduh selama beberapa minggu sebelum dipanen. Proses ini meningkatkan kadar klorofil dan L-theanine, yang memberi warna hijau cerah serta rasa khas umami yang lembut namun sedikit pahit. Setelah dikukus dan dikeringkan, daun digiling menjadi bubuk halus yang kaya nutrisi.

Ilustrasi Minuman Matcha. (Foto : Dok. Alamy)

 

Sebaliknya, hojicha berasal dari daun teh hijau yang dipanggang pada suhu tinggi setelah dikukus. Pemanggangan ini menghasilkan warna cokelat kemerahan, aroma panggang yang hangat seperti kacang dan karamel, serta rasa manis ringan tanpa kepahitan. Karena proses ini, kadar kafein hojicha jauh lebih rendah dibanding matcha, menjadikannya pilihan ideal untuk dinikmati malam hari tanpa khawatir sulit tidur.

 

Kandungan dan Manfaat Kesehatan

Dari sisi gizi, keduanya sama-sama bermanfaat, meski fokusnya berbeda.
Matcha dikenal kaya antioksidan kuat seperti EGCG yang melawan radikal bebas, membantu detoksifikasi tubuh, meningkatkan metabolisme, dan menjaga kesehatan jantung. Kombinasi kafein dan L-theanine juga membantu meningkatkan fokus tanpa efek gelisah.

Sementara itu, hojicha cocok untuk mereka yang sensitif terhadap kafein, termasuk anak-anak dan lansia. Kandungan L-theanine di dalamnya mampu menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Polifenol dalam hojicha juga bermanfaat bagi kesehatan kulit serta mendukung sistem pencernaan berkat tingkat keasamannya yang rendah.

Ilustrasi Minuman Hojicha. (Foto : Moé  Kishida)

 

Tren Matcha dan Hojicha di Indonesia

Kepopuleran dua teh Jepang ini terus meningkat di kalangan generasi muda Indonesia. Matcha sempat mencapai puncak tren sekitar 2015 dan kembali booming berkat kafe modern yang menghadirkan inovasi minuman kekinian. Data pencarian daring menunjukkan peningkatan hingga 30% untuk kata kunci “matcha”, sementara jumlah kafe berbasis matcha naik 45% pada 2023.

Hojicha kini menyusul tren tersebut. Dengan rasa panggang yang khas dan kadar kafein rendah, hojicha latte menjadi favorit bagi pencinta minuman hangat yang menenangkan. Para pelaku industri teh seperti Reza dan Raihan Tjahjono dari Teanology menilai tren ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat.

 

Cara Menikmati Matcha dan Hojicha

Keduanya dapat dinikmati dalam berbagai bentuk. Matcha bisa diseduh tradisional dengan chasen, atau dijadikan matcha latte, smoothie, hingga dessert sehat. Hojicha pun tak kalah fleksibel, bisa dinikmati panas, dingin, atau dijadikan bahan makanan seperti saus, es krim, dan sup.

Baik matcha maupun hojicha kini tak sekadar minuman, tetapi simbol gaya hidup sehat dan modern yang digemari generasi masa kini. (Restu)

 

Sumber : Fimela