Travel

Hindari 5 Denda Tak Terduga Saat Liburan di Jepang: Panduan untuk Traveler

Ketahui 5 jenis denda unik di Jepang yang sering tak disadari wisatawan agar liburan tetap aman dan hemat.

KamiBijak.com, Travel - Jepang dikenal sebagai tujuan liburan yang ramah wisatawan, menawarkan perpaduan unik antara tradisi, teknologi, dan budaya yang tertib. Namun, negara ini juga memiliki sejumlah aturan sosial dan hukum yang ketat, sebagian bahkan bisa berujung denda bagi wisatawan yang tidak mematuhinya. Meski terlihat sepele, pelanggaran aturan yang umum ini cukup sering terjadi karena traveler kurang memahami etika setempat. Berikut lima denda unik yang wajib dihindari selama liburan di Jepang agar kantong tidak “menangis” dan perjalanan tetap menyenangkan.

  1. Denda Merokok di Tempat Terlarang

Salah satu aturan paling ketat di Jepang berkaitan dengan merokok di area publik. Di kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto, merokok sembarangan di trotoar, taman, stasiun, atau jalan ramai sering kali dilarang. Banyak wilayah menetapkan area khusus merokok, lengkap dengan tempat yang terpisah dari pejalan kaki.

Jika nekat merokok di luar area yang diizinkan, kamu bisa dikenakan denda yang jumlahnya bisa cukup besar, mulai dari beberapa ribu hingga puluhan ribu yen. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan udara dan kenyamanan publik.

 

  1. Denda Membuang Sampah Tak Sesuai Aturan

Jepang terkenal dengan sistem pemilahan sampah yang sangat rinci, sehingga kamu tidak bisa sembarangan membuang botol, plastik, kertas, atau sampah organik ke satu tempat. Berbagai tempat bahkan memiliki tempat pembuangan untuk sampah burnable (mudah dibakar), non-burnable (tidak mudah dibakar), dan recyclable (dapat didaur ulang).

Membuang sampah di kategori yang salah bisa menyebabkan petugas menandai atau menolak sampah tersebut, bahkan  beberapa kasus bisa berujung pada denda karena dianggap mengganggu sistem pengelolaan sampah.

 

  1. Denda Barang Terlarang di Kereta

Transportasi umum di Jepang, terutama kereta lokal dan shinkansen (kereta cepat), juga punya aturan khusus terkait barang bawaan penumpang. Benda-benda yang berbahaya, ukuran bagasi yang terlalu besar, atau bahkan membawa barang yang mengganggu ruang penumpang bisa menjadi masalah.

Selain itu, beberapa jalur memiliki aturan tidak resmi tentang membawa minuman beralkohol tertentu saat jam sibuk. Melanggar aturan di dalam kereta bisa berujung pada teguran, penalti, atau pemanggilan petugas keamanan kereta. Karena itu, pastikan barang bawaan-mu tidak menghalangi kursi, lorong, atau fasilitas umum.

 

  1. Denda Makan atau Minum di Tempat Terlarang

Berbeda dengan beberapa negara lain di dunia, di Jepang tidak semua tempat umum memperbolehkan makan dan minum sembarangan, terutama di dalam transportasi umum. Di beberapa jalur kereta, makan hanya boleh dilakukan di area duduk tertentu atau di kereta jarak jauh yang memang disediakan ruang makan khusus.

Jika kamu mengonsumsi makanan atau minuman di area terlarang, baik itu di kereta lokal ataupun halte tertentu, kamu bisa ditegur keras atau diberikan denda karena dianggap mengganggu ketertiban dan ketentraman penumpang lain.

 

  1. Denda Berisik di Malam Hari

Jepang sangat menghargai ketenangan dan kedamaian terutama di lingkungan pemukiman. Apabila kamu membuat suara berlebih di malam hari, seperti berteriak, memainkan musik keras, atau mengadakan pertemuan di area luar tanpa pertimbangan, warga dapat melapor ke pihak berwenang.

Beberapa wilayah bahkan menerapkan aturan yang jelas mengenai ketentraman, sehingga pelanggaran dalam bentuk kebisingan dapat berujung sanksi administratif atau denda. Agar tidak terkena penalti, disarankan untuk berbicara pelan di area umum setelah malam hari. (Sindi/PKL)

Sumber : IDN Times