Hiburan

Mudik Pakai Motor? Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai

Risiko Mudik Pakai Sepeda Motor

KamiBijak.com, Hiburan - Sepeda motor masih menjadi pilihan banyak masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran. Kendaraan roda dua dianggap lebih hemat biaya, fleksibel saat menghadapi kemacetan, serta praktis untuk perjalanan antarkota. Namun, di balik keunggulan tersebut, perjalanan jauh menggunakan sepeda motor juga memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan.

Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Victor Assani, mengatakan penggunaan sepeda motor untuk mudik sebenarnya tidak dilarang. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum memutuskan melakukan perjalanan jarak jauh dengan kendaraan roda dua.

Menurut Victor, sepeda motor pada dasarnya merupakan kendaraan ringan yang tidak dirancang untuk operasional jarak jauh seperti perjalanan mudik. Risiko juga meningkat karena pengendara motor harus berbagi jalan dengan kendaraan berukuran lebih besar di jalur nasional.

Dalam kondisi tersebut, pengendara sepeda motor memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi. Selain harus berhadapan dengan kendaraan berdimensi besar yang melaju lebih cepat, pengendara juga bisa terdampak hembusan angin dari kendaraan tersebut.

Selain faktor lalu lintas, desain sepeda motor yang terbuka juga menjadi tantangan tersendiri. Berbeda dengan mobil yang memberikan perlindungan lebih bagi penumpangnya, pengendara motor harus menghadapi langsung paparan angin, polusi, panas matahari, hingga hujan selama perjalanan.

Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan tetapi juga berpotensi menurunkan konsentrasi berkendara serta memengaruhi kesehatan pengendara.

Faktor kelelahan juga menjadi hal penting yang perlu diwaspadai. Perjalanan jarak jauh dapat membuat pengendara cepat lelah sehingga fokus berkendara menurun. Selain itu, pada musim mudik sering ditemui sepeda motor membawa barang bawaan berlebih yang melebihi kapasitas kendaraan.

Muatan yang terlalu banyak dapat memengaruhi keseimbangan motor, terlebih ketika kondisi lalu lintas padat saat puncak arus mudik.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Victor menyarankan masyarakat memanfaatkan program mudik gratis yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga, perusahaan, maupun produsen sepeda motor. Dalam program tersebut, pemudik biasanya diberangkatkan menggunakan bus menuju daerah tujuan, sementara sepeda motor mereka dikirim menggunakan angkutan barang.

Namun apabila tetap memilih mudik menggunakan sepeda motor, pengendara disarankan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dengan melakukan servis terlebih dahulu di bengkel resmi. Selain itu, penting juga memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat, menghindari membawa muatan berlebih, serta tidak memaksakan diri berkendara tanpa beristirahat.

Pemudik juga diingatkan untuk memanfaatkan fasilitas pendukung di jalur mudik, seperti posko istirahat dan bengkel siaga Lebaran yang biasanya tersedia di sejumlah titik perjalanan. (Keisha/MG)

Sumber : Kompas