KamiBijak.com, Hiburan - Autisme sering terjadi di Indonesia namun belum banyak masyarakat yang memahami penyebab dan gejalanya. Gangguan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) berkaitan dengan perkembangan otak yang memengaruhi cara seseorang memandang dan bersosialisasi dengan orang lain. Saat seseorang mengidap autisme, hal ini sering jadi tantangan dalam hal komunikasi dan interaksi sosial.
Melansir Mayo Clinic, orang dengan autisme cenderung memiliki pola perilaku yang terbatas dan biasanya dilakukan berulang-ulang. Kata "spektrum" sendiri pada dasarnya dipakai karena rentang gejala dan tingkat keparahannya sangat luas, tiap orang bisa mengalami kondisi yang sangat berbeda sesuai dengan tingkatannya.
Apa Penyebab Autisme?
Sampai sekarang, sebenarnya tidak ada satu penyebab pasti yang dapat memicu Autisme. Karena kondisinya yang terbilang sangat kompleks, autisme kemungkinan dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama kombinasi antara genetik dan lingkungan.
Baca Juga:
Perbedaan Down Syndrome dan Autisme yang Perlu Dipahami Oleh Orangtua
Jika dilihat dari faktor genetik, beberapa gen diduga kuat berperan dalam autisme. Pada beberapa anak, autisme berkaitan langsung dengan kondisi genetik bawaan (seperti Sindrom Rett atau Fragile X). Pada kasus lain, mutasi genetik (perubahan gen) bisa berpotensi meningkatkan risikonya, atau memengaruhi cara otak berkembang dan berkomunikasi antar sel.
Dari segi faktor lingkungan, para peneliti saat ini masih terus mendalami apakah infeksi virus, penggunaan obat tertentu selama hamil, komplikasi kehamilan, hingga polusi udara punya andil dalam memicu autisme.
