Hiburan

Membuka Pintu Kesetaraan! Alfamart Dukung Tenaga Kerja Disabilitas melalui Alfability Menyapa

Program Alfability membuka kesempatan kerja inklusif bagi penyandang disabilitas di Alfamart.

KamiBijak.com, Hiburan - Menyambut Hari Disabilitas Internasional yang diperingati tanggal 3 Desember setiap tahunnya, alfamart membuka kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang sesuai kemampuan masing-masing melalui kegiatan Alfability Menyapa.

 

Program ini mengambil kata Ability yang berarti kemampuan dan merupakan sebuah program inklusi yang memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka untuk berkarya. Maka dari itu Alfamart hadir sebagai jembatan untuk mewujudkannya

 

Kegiatan Alfability Menyapa menjadi jembatan bagi para lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang kini bekerja di Alfamart untuk kembali ke sekolah asalnya, berbagi pengalaman kepada adik-adik kelasnya dan menghadirkan kisah-kisah inspiratif ke berbagai SLB. Kegiatan ini sengaja diagendakan untuk menunjukkan bahwa setiap orang memiliki peluang yang sama untuk berkembang tanpa memandang bulu. 

 

Alfability Menyapa dilaksanakan di berbagai kota. Setidaknya ada 10 kota yaitu Cilacap, Jakarta, Jambi, Jember, Luwu, Palembang, Parung, Semarang, Banjarmasin, dan Rembang. Seluruh kegiatan dilaksanakan pada rentang tanggal 19-25 November 2025. Kunjungan ke SLB ini bukan tanpa alasan, namun kegiatan ini menjadi perjalanan menuju peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember mendatang. Selain itu, Alfamart juga mempertegas bahwa inklusivitas bukan sekadar slogan, tetapi praktik nyata yang berlangsung di Alfamart.

 

Selama hampir satu dekade, tercatat sebanyak 1.129 penyandang disabilitas bekerja di Alfamart, dimana diantaranya 822 orang di gerai, 289 di pusat distribusi, hingga 18 orang bekerja di kantor. Mereka hadir dalam lingkungan kerja Alfamart yang inklusif, mulai dari  tunagrahita, tunanetra, tunadaksa, tunaruwi hingga tunarungu wicara. Keberagaman ini memperlihatkan bagian dari budaya perusahaan yang menghargai potensi dari setiap karyawannya tanpa terkecuali.

dua alumni SLB yang sedang berbagi kisah (foto: okezone)

Salah satu sekolah yang didatangi oleh program Alfability Menyapa adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) 01 Jakarta. Aula SLB tersebut terasa lebih hidup ketika dua alumni, Meri Amelia dan Boyle Fernando kembali berbagi kisah perjalanan mereka sebagai penyandang tunarungu wicara yang kini bekerja di Alfamart. Di Hadapan puluhan siswa, Meri bercerita tentang keraguan yang dulu sempat membuatnya merasa tidak memiliki ruang di dunia kerja, terutama setelah berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Namun unggahan lowongan kerja untuk penyandang disabilitas mengubah hidupnya. Lima tahun bekerja di Alfamart membuatnya yakin bahwa kesempatan yang setara itu nyata. 

 

Boyle kemudian menceritakan juga pengalamannya setelah tiga tahun bekerja. Ia merasa diterima, didukung oleh rekannya dan membantunya memahami tugas dengan cara yang sesuai. Kisah keduanya memberi harapan baru bagi para siswa untuk mulai melihat masa depan yang mungkin juga dapat mereka raih. 

 

Melalui program Alfability Menyapa, Alfamart menghadirkan inspirasi sekaligus membuka ruang bagi teman disabilitas untuk berkembang dan berkontribusi di dunia kerja. Acara ini juga dilengkapi aksi sosial berupa pembagian paket goodie bag yang berisi susu, biskuit dan berbagai produk lainnya untuk para peserta. (Keisha/MG)

 

Sumber : Detik Finance