Hiburan

Massimo Freddo, Racikan Kopi Yunani Indonesia dari Roemah Koffie yang Bantu Petani Sumatra

Roemah Koffie rilis Massimo Freddo, kopi kolaborasi fesyen yang sisihkan Rp30 ribu per gelas untuk petani Sumatra.

KamiBijak.com, Hiburan - Awal 2026 menjadi momentum baru bagi Roemah Koffie. Brand kopi ini meluncurkan seri minuman bertajuk Massimo Freddo, racikan yang memadukan karakter kopi Indonesia dengan Freddo, minuman kopi dingin khas Yunani. Tak hanya menawarkan sensasi rasa berbeda, peluncuran ini juga dibarengi kolaborasi lintas industri yang memadukan kopi dan fesyen dalam satu paket bundel.

Massimo Freddo diperkenalkan bukan sekadar sebagai menu musiman, melainkan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Lewat kampanye ini, Roemah Koffie mengajak konsumen ikut berkontribusi membantu pemulihan petani kopi di Sumatra yang terdampak bencana.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari kampanye Cup for Purpose. Jika sebelumnya Roemah Koffie menyisihkan Rp15.000 per pembelian menu tertentu, kini nilai donasi ditingkatkan menjadi Rp30.000 dari setiap pembelian satu gelas Massimo Freddo.

Untuk memperkuat pesan kampanye, Roemah Koffie menggandeng brand fesyen Ghea Resort by Amanda Janna. Dikenal lewat desain yang mengangkat motif budaya Nusantara dan unsur alam, Ghea Resort menghadirkan scarf eksklusif yang dijual dalam paket bersama minuman ini. Program Massimo Freddo berlangsung selama tiga bulan, mulai 28 Januari hingga akhir April 2026.

Nama Massimo Freddo sendiri punya cerita khusus. Ide menu ini muncul saat Roemah Koffie menghadiri HORECA Expo di Athena, Yunani, pada Februari 2025. Dalam pameran tersebut, mereka memperkenalkan kopi Indonesia kepada pelaku industri perhotelan dan kafe Eropa.

Di sana, tim Roemah Koffie mendapat dukungan dari seorang mitra bernama Massimo, yang menunjukkan ketertarikan besar terhadap kopi Nusantara. Ia juga memperkenalkan Freddo, espresso yang dikocok hingga berbusa lembut lalu disajikan dingin. Ketika dicoba menggunakan biji kopi Indonesia, hasilnya mendapat sambutan positif. Sebagai bentuk apresiasi, racikan itu kemudian dinamai Massimo Freddo.

 

Scarf Bermotif ulos oleh Amanda dan Soekasah (foto : Dok. KamiBijak)

 

Kolaborasi dengan Ghea Resort dipilih agar menu ini tetap membawa identitas Indonesia, meski terinspirasi dari luar negeri. Brand yang digagas Amanda dan Janna Soekasah, putri desainer Ghea Panggabean ini merancang scarf bermotif ulos dengan sentuhan geometris serta elemen alam seperti burung dan dedaunan. Aksesori tersebut diharapkan memberi pengalaman berbeda saat menikmati kopi, sekaligus menyampaikan pesan budaya.

Tak berhenti di situ, Roemah Koffie juga bekerja sama dengan Boemi Botanicals lewat workshop pembuatan spray scent yang dirancang untuk dipadukan dengan scarf. Peserta diajak mengeksplorasi aroma terinspirasi dari biji kopi dan wangi alami Nusantara, menciptakan pengalaman multisensori.

Massimo Freddo hadir dalam tiga varian: Aren, Orange, dan Coconut. Paket bundel minuman dan scarf dibanderol Rp219.000, sementara minumannya saja dijual Rp59.000. Produk tersedia di seluruh outlet Roemah Koffie, layanan pesan antar, serta penukaran poin My JHL.

Marketing Communication Manager Roemah Koffie, Denis Surya, menyebut kampanye ini sebagai upaya merajut kembali harapan bagi para petani kopi di Sumatra. Menurutnya, setiap pembelian menjadi kontribusi nyata bagi para petani yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan kopi Indonesia. (Keisha/MG)

Sumber : Press Release Roemah Koffie