Makanan Ultraproses Berpotensi Picu Kanker pada Anak
Menurut penelitian, makanan ini berkaitan dengan obesitas dan risiko kesehatan lainnya.
KamiBijak.com, Kuliner - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi melarang penggunaan makanan kemasan pabrik atau ultra processed food dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelarangan ini dinilai sejalan dengan misi Presiden Prabowo Subianto untuk membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang.
Lalu apa itu makanan ultraproses dan seperti apa dampaknya bagi kesehatan anak-anak?
Makanan ultraproses (UPF) mengandung lemak, garam, gula, dan perasa tambahan. Rasa makanan ultraproses ini memang biasanya disukai oleh anak-anak hingga remaja.
Menurut penelitian, makanan ini berkaitan dengan obesitas dan risiko kesehatan lainnya. Terlebih pada kesehatan anak-anak, makanan ini berpotensi menimbulkan dampak buruk.
Pola makan pada anak yang didominasi makanan ultraproses dapat menjadi faktor signifikan dalam defisiensi nutrisi.
Selain itu, makanan ultraproses memiliki asupan kalori yang tinggi sehingga berpotensi menambah berat badan dan lemak tubuh.
Makanan ini juga dapat mengganggu preferensi rasa dan mengakibatkan kebiasaan ngemil yang tidak perlu pada anak. Anak-anak yang biasa mengonsumsi makanan ultraproses akan cenderung menyukai makanan tersebut dan memicu pola makan yang sama hingga dewasa.
Konsumsi makanan ultraproses dalam jangka waktu yang panjang dapat mendorong peradangan ringan.
Ilustrasi makanan ultraproses. (foto: Getty Images)
First Steps Nutrition Trust (FSNT mencatat bahwa makanan ultraproses dapat berpotensi mengakibatkan penyakit jangka panjang dan memicu perkembangan kanker, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.
Meskipun secara umum makanan ultraproses dinilai tidak sehat, namun ada juga beberapa komentator yang berpendapat bahwa beberapa UPF dapat menyehatkan. Seperti misalnya kacang panggang dan roti gandum utuh.
Kepala penasihat ilmiah untuk Badan Standar Pangan, Profesor Robin May tidak sepenuhnya melarang makanan ultraproses. Ia menjelaskan, makanan ultraproses biasanya memang dibuat karena alasan keamanan, seperti mengurangi pertumbuhan bakteri atau jamur dan memperpanjang umur produk.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi makanan ultraproses, di antaranya:
- Periksa Label Makanan
- Pilih Makanan Segar (Real Food)
- Batasi Jajan Kekinian
- Minum Air Putih
(Irene)
Sumber: women.okezone.com
Video Terbaru
MOST VIEWED
