Berita

Layani Penumpang Tuli! Petugas Pelabuhan Kini Berbahasa Isyarat

Petugas Pelindo dilatih bahasa isyarat untuk meningkatkan layanan inklusif bagi penumpang tuli di sejumlah pelabuhan dengan jumlah penumpang tinggi.

KamiBijak.com, Berita - Petugas pelabuhan dari PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) mendapatkan pelatihan bahasa isyarat untuk meningkatkan pelayanan yang lebih inklusif. Pelatihan ini ditujukan agar petugas dapat berkomunikasi dengan penumpang penyandang disabilitas pendengaran atau tuli, terutama saat musim mudik menggunakan transportasi laut.

Regional Manager PDS Regional Kalimantan, Deny Samba, mengatakan bahwa penyandang tunarungu sering kali kurang mendapat perhatian karena disabilitasnya tidak terlihat secara langsung.

Menurutnya, mempelajari bahasa isyarat dapat membantu mengurangi jarak komunikasi sekaligus menciptakan lingkungan layanan yang lebih inklusif bagi semua penumpang.

Pelatihan bahasa isyarat ini digelar di tiga wilayah pelabuhan dengan jumlah penumpang yang tinggi, yakni Makassar New Port, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, dan Pelabuhan Belawan di Medan.

Setiap sesi pelatihan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari berbagai unsur petugas pelabuhan, mulai dari tim manajemen, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan penumpang.

Program ini bekerja sama dengan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia dengan menghadirkan narasumber dari komunitas tuli. Kehadiran pengajar dari kalangan tuli tidak hanya mengajarkan gerakan bahasa isyarat, tetapi juga memberikan pemahaman tentang kehidupan dan pengalaman komunitas tuli di ruang publik.

Sebelumnya, PT Pelindo juga telah menjalankan program serupa melalui kegiatan pengenalan lingkungan pelabuhan menggunakan bahasa isyarat. Upaya penyediaan akses layanan bagi komunitas tuli mulai dilakukan sejak tahun lalu, salah satunya melalui pelatihan yang digelar di Pelabuhan Tanjung Perak.

Deny menegaskan bahwa akses terhadap informasi merupakan hal yang sangat penting bagi penyandang disabilitas. Karena disabilitas tuli tidak terlihat secara fisik, kebutuhan mereka dalam mendapatkan informasi dan fasilitas sering kali terabaikan.

Melalui pelatihan ini, Pelindo ingin memastikan semua penumpang bisa mendapatkan layanan yang setara tanpa terkendala komunikasi.

Ia menambahkan bahwa konsep keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan operasional perusahaan yang efisien, tetapi juga mencakup dampak sosial yang positif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pelatihan bahasa isyarat ini menjadi bagian dari upaya membangun layanan pelabuhan yang lebih ramah dan inklusif bagi semua. (Keisha/MG)

Sumber : Tempo