Berita

KTI dan Jamkrindo Latih Perempuan Disabilitas Karawang Buat Batik

KTI dan Jamkrindo gelar pelatihan membatik dan menjahit inklusif di Karawang demi kemandirian ekonomi.

KamiBijak.com, Berita – Kreasi Tuli Indonesia (KTI) bekerja sama dengan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menggelar program pemberdayaan bertajuk Harmoni Karya Inklusif di Taman Cimanuk Adiarsa, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Acara yang berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 ini hadir sebagai wadah pelatihan keterampilan membatik dan menjahit bagi penyandang disabilitas sekaligus menyambut peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober mendatang.

Jamkrindo berdayakan penyandang disabilitas bertajuk “Harmoni Karya Inklusif” di Taman Cimanuk Adiarsa, Kabupaten Karawang, pada 21–23 Agustus 2026. (Foto: swa.co.id)

Pelatihan ini terbagi ke dalam dua fokus kelas utama, yakni kelas membatik dan kelas menjahit. Para peserta tidak hanya berasal dari wilayah Karawang, tetapi juga mencakup daerah lain seperti Bandung. KTI menerapkan konsep inklusif tanpa membatasi ragam disabilitas, sehingga kegiatan ini diikuti oleh kelompok Tuli, disabilitas daksa, hingga cerebral palsy.

Pada kelas membatik, para peserta dibebaskan mengeksplorasi kreativitas masing-masing dengan bimbingan pelatih internal KTI serta tim pendamping desain. Sebagian besar peserta memilih mengangkat kearifan lokal Karawang, seperti motif tanaman padi dan unsur flora daerah.

Baca juga:

Akademi Batik Tuli Dorong Kemandirian Disabilitas Lewat Karya Budaya Indonesia

Guna memastikan hasil pelatihan memiliki nilai jual, Jamkrindo menghadirkan skema business matching. Melalui pendekatan ini, kain hasil olahan peserta membatik akan langsung diserahkan kepada peserta kelas menjahit untuk dirancang menjadi produk busana dan aksesori siap pakai (ready-to-wear).

Kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan keterampilan berkembang menjadi kegiatan produktif. Karena itu, kami mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui business matching agar kain yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai,

ujar Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Akhmad Albaasithu.

Langkah ini diapresiasi oleh Founder Kreasi Tuli Indonesia (KTI), Inaraya. Ia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan secara mandiri agar para perempuan disabilitas dapat memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.

Kalau mereka sudah bisa mengerjakan batik sendiri, otomatis mereka sudah bisa memperjualbelikan karya mereka. Harapannya keterampilan ini bisa menjadi penghasilan,

ungkap Inaraya.

Rangkaian kegiatan Harmoni Karya Inklusif ini akan berlanjut hingga September melalui proses produksi busana. Seluruh karya kolaborasi peserta nantinya bakal dilombakan dan ditampilkan dalam pameran serta peragaan busana (fashion show) pada puncak peringatan Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2026. (Fania/Magang)

Sumber: Radar Karawang

Fania