Waspadai Kanker Kulit: Gejala, Jenis, dan Pentingnya Deteksi Dini
Kanker kulit dapat menyerang siapa saja dan sering muncul tanpa disadari.
KamiBijak.com, Hiburan - Kesehatan kulit sering kali terabaikan, padahal kulit adalah pelindung utama tubuh dari berbagai ancaman luar. Salah satu bahaya serius yang kerap muncul adalah kanker kulit, kondisi akibat pertumbuhan sel kulit yang tidak terkendali, biasanya dipicu paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan.
Ada tiga jenis kanker kulit yang paling umum:
- Karsinoma Sel Basal (BCC)
Jenis ini paling sering ditemui, biasanya muncul di wajah atau leher. Gejalanya berupa benjolan mengilap, lesi datar berwarna daging atau cokelat, hingga luka yang sulit sembuh. - Karsinoma Sel Skuamosa (SCC)
Berawal dari lapisan tengah kulit, SCC tampak sebagai benjolan kasar, bercak bersisik, atau luka yang tidak kunjung pulih. - Melanoma
Meski lebih jarang, melanoma paling berbahaya karena cepat menyebar ke organ lain. Gejalanya bisa dilihat dengan prinsip ABCDE: Asymmetry (bentuk tidak simetris), Border (tepi tidak rata), Color (warna tidak merata), Diameter (lebih dari 6 mm), dan Evolution (perubahan bentuk/warna/ukuran).
Selain itu, ada juga kanker kulit langka seperti karsinoma sel Merkel atau sarkoma Kaposi, serta kondisi prakanker seperti keratosis aktinik.

Jenis-jenis Kanker Kulit. (Foto : Dok NgopiBareng)
Risiko kanker kulit meningkat pada orang dengan kulit terang, riwayat keluarga penderita kanker kulit, atau banyak tahi lalat. Paparan sinar UV, baik dari matahari maupun tanning bed, adalah penyebab utama. Faktor lain termasuk sistem imun lemah, paparan bahan kimia berbahaya, dan riwayat radiasi medis.
Kanker kulit biasanya muncul di area yang sering terpapar matahari, seperti wajah, tangan, dan leher. Namun, kanker juga bisa muncul di tempat tak terduga, misalnya di bawah kuku, telapak tangan, atau kaki. Perubahan mencurigakan pada tahi lalat, munculnya bercak baru, atau luka yang tidak sembuh dalam waktu lama patut diperiksa lebih lanjut.
Diagnosis awal dilakukan lewat pemeriksaan fisik, dilanjutkan dengan biopsi kulit untuk memastikan hasil. Jika kanker terdeteksi, dokter dapat merekomendasikan pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, imunoterapi, hingga terapi target sesuai stadium penyakit.
Langkah pencegahan terbaik adalah melindungi kulit dari paparan UV berlebih. Gunakan tabir surya minimal SPF 30, hindari sinar matahari antara pukul 10.00–16.00, kenakan pakaian pelindung, serta jauhi tanning bed. Periksa kulit secara rutin dan lakukan pemeriksaan ke dokter setidaknya setahun sekali, khususnya jika memiliki faktor risiko tinggi.
Para ahli menegaskan, deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa. Mayoritas kasus kanker kulit bisa diobati jika ditemukan lebih awal, bahkan peluang sembuh sangat tinggi. Karena itu, jangan abaikan perubahan sekecil apa pun pada kulit Anda. (Restu)
Sumber : Fimela
Video Terbaru
MOST VIEWED
