KamiBijak.com, Berita - Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) kembali menghadirkan program pemulihan bagi penyintas disabilitas mental lewat kegiatan Terapi Rekreasi di Telaga Rusa Outbound, Ciseeng, Kabupaten Bogor, Senin (13/10/2025). Program ini merupakan rangkaian dari Pendampingan Disabilitas Mental yang disusun untuk memberi dukungan emosional, sosial, sekaligus ruang interaksi sehat bagi para penyintas. Sebanyak 50 peserta dari Yayasan Jiwa Layang dan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) turut berpartisipasi.
Kepala LPM Dompet Dhuafa, Kamaludin, menjelaskan bahwa Terapi Rekreasi menjadi upaya untuk menghadirkan suasana baru dalam proses pemulihan para penyintas. “Sebagai salah satu metode terapi, kami ingin memberikan pengalaman berbeda yang dapat membantu proses pemulihan mereka,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/10/2025).
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap stigma negatif yang masih melekat pada penyintas disabilitas mental. Meski demikian, mereka sama seperti pasien dengan penyakit lainnya—mereka dapat pulih ketika mendapat dukungan dan pendampingan yang tepat. Dalam proses rehabilitasi, dorongan dari lingkungan sosial sangat penting untuk membantu penyintas kembali menjalankan perannya di tengah masyarakat. Karena itu, Terapi Rekreasi dihadirkan sebagai wadah aman agar peserta dapat berinteraksi dengan kelompok lain, membangun kepercayaan diri, serta melatih kemampuan bersosialisasi.
Kamaludin menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang bagi para penyintas untuk kembali diterima di masyarakat. “Kami ingin para penyintas mendapatkan ruang kembali, menunjukkan kemampuan mereka, dan menghapus ketakutan masyarakat yang selama ini tumbuh karena stigma,” ungkapnya.
Pengurus Yayasan Jiwa Layang, Salamiyah, menyebutkan bahwa metode rekreasi seperti ini sangat dibutuhkan dalam proses terapi penyintas. Menurutnya, aktivitas yang dijalankan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kognitif, psikomotor, hingga aspek afektif peserta. “Mereka bertemu teman baru, belajar mengingat nama, berinteraksi, dan berlatih mengelola emosi lewat setiap kegiatan yang dilakukan,” jelasnya.
Dari sisi psikomotor, Terapi Rekreasi membantu melatih kreativitas dan inisiatif peserta, sementara dari sisi afektif, setiap aktivitas menstimulasi kemampuan mereka dalam mengelola perasaan dan respons emosional. Salah satu peserta, Yuda Aditya, tampak bersemangat mengikuti keseluruhan rangkaian acara. Ia mengaku senang karena dapat bertemu teman baru, bekerja sama dalam permainan, dan merasakan suasana positif yang mendukung pemulihannya.
Acara dibuka dengan penampilan psikodrama oleh perwakilan Yayasan Jiwa Layang, kemudian dilanjutkan dengan berbagai permainan interaktif. Peserta diajak mengikuti aktivitas fisik dan rekreasi seperti mengoper bola, tarik tambang, memanah, flying fox, hingga menangkap ikan. Semua kegiatan ini dirancang untuk memicu kegembiraan sekaligus melatih kerja sama dan kepercayaan diri. (Restu)
Sumber : Kompas.
