Jungkook BTS Ungkap Alami ADHD, Fans Banjiri Dukungan
Pengakuan ini memantik simpati dari ARMY dan menjadi sorotan soal pentingnya memahami ADHD pada orang dewasa.
KamiBijak.com, Hiburan - Jungkook, salah satu member BTS, baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan yang menyentuh hati banyak penggemarnya. Dalam siaran langsung di platform Weverse, ia secara jujur mengungkapkan bahwa dirinya mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Awalnya, siaran berlangsung santai. Jungkook tampak rileks berjalan ke sana kemari sambil bercanda dengan ARMY, sebutan untuk penggemar BTS. Namun, suasana berubah ketika seorang penggemar menulis komentar agar ia tidak terlalu banyak bergerak. Menanggapi hal itu, Jungkook tanpa ragu mengatakan bahwa gerakannya sulit dikendalikan karena ADHD.
“Saya tidak bisa menahannya. Saya semacam punya ADHD orang dewasa. Jadi saya terus bergerak seperti ini,” ungkap Jungkook, dikutip dari NDTV.
Pengakuan itu sontak memantik simpati. Banyak penggemar merasa tersentuh sekaligus menyesal karena komentar sederhana justru memicu keterusterangan Jungkook mengenai kondisi pribadinya. Tak lama kemudian, dukungan penuh cinta dan pengertian membanjiri kolom komentar, menegaskan bahwa sang idol tidak sendirian.
Memahami ADHD pada Orang Dewasa
Mengutip penjelasan Mayo Clinic, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan neurodevelopmental yang biasanya muncul sejak masa kanak-kanak, tetapi juga bisa berlanjut hingga usia dewasa. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan fokus, hiperaktivitas, dan perilaku impulsif.
Gejala ADHD pada orang dewasa bisa berbeda dari anak-anak. Beberapa tanda umum di antaranya:
- Kesulitan mengatur waktu dan prioritas.
- Mudah terdistraksi saat mengerjakan tugas.
- Sulit diam atau merasa gelisah.
- Mudah marah dan rendah toleransi terhadap frustrasi.
- Sering kesulitan menyelesaikan pekerjaan.
- Perubahan suasana hati yang cepat.
Tidak sedikit orang dewasa yang tetap mengalami ADHD sepanjang hidupnya. Dampaknya bisa terlihat dalam karier, hubungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari. Misalnya, kesulitan fokus saat rapat, sering melupakan janji, atau merasa kewalahan dalam situasi penuh tekanan. Sayangnya, sebagian orang bahkan tidak menyadari mereka memiliki ADHD dan hanya merasa hidup lebih sulit dibanding orang lain.
Penting dipahami bahwa ADHD bukanlah akibat pola asuh yang buruk atau sekadar kebiasaan yang bisa diubah begitu saja. Ini adalah kondisi neurologis nyata yang memengaruhi cara kerja otak. Meski begitu, ADHD dapat dikelola dengan kombinasi pengobatan, terapi, serta perubahan gaya hidup yang sehat.
Pengakuan Jungkook bukan hanya membuat ARMY semakin kagum pada keberaniannya, tetapi juga membuka percakapan lebih luas tentang pentingnya memahami kesehatan mental. Dukungan yang terus mengalir dari penggemar menjadi bukti bahwa keterbukaan mengenai kondisi psikologis bukanlah kelemahan, melainkan langkah berani yang patut dihargai. (Restu)
Sumber : CNN Indonesia
Video Terbaru
MOST VIEWED
