Hiburan

Julius Kevin Utomo: Tekad Autodidak dari Kursi Roda Menuju Karier Programmer

Kisah Julius Kevin Utomo, penyandang tunadaksa yang belajar IT autodidak dan berjuang jadi programmer di Job Fair inklusif Surabaya.

KamiBijak.com, Hiburan - Di tengah ratusan pencari kerja yang memadati Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya, perhatian tertuju pada seorang pemuda di kursi roda, Julius Kevin Utomo (20). Penyandang tunadaksa ini hadir dengan sorot mata penuh tekad untuk mewujudkan mimpi lamanya menjadi seorang programmer.

Didampingi kedua orang tuanya, Julius menunjukkan bahwa batasan fisik tidak menghalangi ambisinya. Ia tidak hanya berharap mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mengejar kehidupan yang ia impikan. Keahlian IT-nya tumbuh secara luar biasa melalui proses pembelajaran mandiri atau autodidak, dimulai dari sebuah laptop rusak yang ia perbaiki sendiri.

Ketertarikan Julius pada dunia programming sudah muncul sejak ia berada di kelas 3 SMA. Ia menjelaskan bahwa awalnya, laptopnya mengalami kerusakan dan dibawa ke tukang servis, namun justru mengalami masalah baru. Dari kejadian itulah ia memutuskan untuk mencari cara membenarkannya sendiri.

Dengan memanfaatkan tutorial gratis yang tersedia di YouTube dan niat belajar yang tinggi, Julius berhasil mengatasi kerusakan tersebut. Meskipun proses awalnya terasa sulit, ia tetap pantang menyerah. Lulusan SLB YPAC Surabaya itu kini bermimpi dapat memberikan kontribusi nyata di bidang pembuatan website maupun database administration di Indonesia.

Impian tersebut mendapat dukungan penuh dari orang tuanya. Sang ibu, Ani (53), dengan telaten membantu mendorong kursi roda Julius untuk mendaftar pada perusahaan yang sesuai dengan minatnya, sementara sang ayah menemani di sisi mereka. Ani menyampaikan bahwa sejauh ini, perusahaan yang dapat menerima keahlian database anaknya adalah PT Federal International Finance (FIF), karena perusahaan tersebut memang membuka lowongan khusus bagi penyandang disabilitas.

Ini adalah pengalaman pertama Julius mengikuti kegiatan job fair. Kesempatan ini tercipta karena Pemerintah Kota Surabaya baru kali ini mengadakan acara khusus yang inklusif, memberikan peluang bagi penyandang disabilitas untuk mencari pekerjaan yang sesuai.

Mewakili anaknya, Ani menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya. Ia berharap ke depannya acara serupa dapat diadakan lebih besar lagi, sehingga lebih banyak perusahaan membuka lowongan bagi anak-anak disabilitas. Job fair inklusif ini terasa seperti jawaban bagi para penyandang disabilitas yang sudah lama mendambakan kesempatan untuk bekerja dan agar kemampuan mereka diakui. Ani menegaskan bahwa mereka, para penyandang disabilitas, juga memiliki keahlian dan cita-cita, dan mereka sama seperti orang lain. (Keisha/MG)

Sumber : Detik