Hiburan

Jemaah Lansia Rentan Disorientasi Akut Saat Haji di Tengah Suhu Ekstrem

Suhu ekstrem dan dehidrasi saat haji meningkatkan risiko disorientasi pada lansia.

KamiBijak.com, Hiburan - Pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci bukan hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga ketahanan mental yang kuat. Perubahan cuaca yang ekstrem, aktivitas ibadah yang padat, hingga kondisi lingkungan yang berbeda jauh dari kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kondisi psikologis jemaah, terutama kelompok lanjut usia. Situasi tersebut membuat petugas kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gangguan mental yang berpotensi muncul selama proses ibadah berlangsung.

 

Ibadah haji di Tanah Suci tidak hanya menguras energi fisik, tetapi juga menuntut ketahanan mental yang prima. Perubahan lingkungan yang drastis serta suhu ekstrem memicu ancaman gangguan psikis berupa disorientasi akut, khususnya bagi jemaah lansia.

 

Kelelahan fisik dan hilangnya fokus akibat dehidrasi menjadi faktor utama yang paling diwaspadai petugas saat ini. Pendampingan ekstra ketat pun terus ditingkatkan di lapangan.

Baca juga:

Klinik Satelit Disiapkan di Makkah untuk Layanan Cepat Jemaah Haji Indonesia

Dokter Spesialis Jiwa di Klinik Kesehatan Haji Indonesia, Rismayanti, menjelaskan bahwa kelompok lansia menjadi pihak yang paling rentan mengalami disorientasi karena kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru yang ekstrem.

 

Gejala awal disorientasi biasanya ditandai dengan kebingungan jemaah terhadap lokasi, waktu, hingga orang-orang di sekitarnya. Dalam beberapa kasus, jemaah dapat lupa arah pulang atau tidak menyadari aktivitas yang sedang dilakukan.

 

Apabila menemukan gejala tersebut, jemaah di sekitar maupun anggota keluarga diminta segera melakukan reorientasi dengan cara mengingatkan lokasi secara tenang serta memberikan cairan oralit. Selain itu, jemaah juga dianjurkan segera melapor kepada petugas kesehatan di kloter.

 

Kolaborasi antara pendamping, ketua kloter, dan tenaga medis dinilai efektif untuk membantu mempercepat pemulihan kondisi jemaah yang mengalami disorientasi. Meski demikian, langkah pencegahan tetap menjadi fokus utama dalam menjaga kesehatan mental dan fisik jemaah selama berada di Tanah Suci.

 

Pihak medis juga mengimbau jemaah lansia untuk membatasi aktivitas ibadah sunnah yang dilakukan berulang kali agar kondisi tubuh tetap bugar menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

 

Menjaga asupan cairan, beristirahat cukup, serta tidak memaksakan diri menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama berhaji. Dengan kondisi fisik dan mental yang terjaga, jemaah diharapkan dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan aman, nyaman, dan lebih khusyuk.(Athar/Magang)

 

Sumber: Metro TV

Athar Zahran
Menulis artikel, mengedit, dan mendesain cover untuk dibagikan melalui website maupun platform media sosial KamiBijak. Menulis artikel bersifat topik umum, namun kebanyakan hiburan seperti trivia dan berita ringan.