Travel

Jangan Tergiur Proses Instan! Waspada Marak Penipuan Visa

Penipuan visa marak. Simak cara aman mengajukan visa agar terhindar dari oknum dan janji palsu.

KamiBijak.com, Travel - Proses pengajuan visa ke luar negeri kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Modus yang digunakan umumnya berupa tawaran pengurusan visa secara instan, biaya lebih murah dari ketentuan resmi, hingga klaim visa pasti disetujui. Situasi ini semakin rawan terjadi menjelang musim liburan, saat banyak calon wisatawan mengurus visa dalam kondisi terburu-buru.

 

Chief Operating Officer VFS Global untuk wilayah Australasia, China, dan RCIS, Simon Peachey, mengimbau masyarakat agar mengajukan permohonan visa sejak jauh hari. Menurutnya, pengajuan yang terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan tidak hanya berisiko menyebabkan keterlambatan perjalanan, tetapi juga meningkatkan kerentanan pemohon terhadap praktik penipuan yang memanfaatkan situasi darurat.

 

Sebagai mitra resmi kedutaan besar dari 24 negara di Indonesia, VFS Global saat ini melayani pengajuan visa untuk berbagai negara, antara lain Jepang, Jerman, Inggris, Kanada, Belanda, Australia, Uni Emirat Arab, hingga Swiss. Layanan tersebut tersedia melalui 45 pusat permohonan visa yang tersebar di lima kota, yakni Jakarta, Bali, Surabaya, Medan, dan Makassar.

 

VFS Global (foto : The Bali Sun)

 

Simon menjelaskan bahwa permintaan visa bersifat musiman. Berdasarkan data VFS Global, pengajuan visa wisata ke Eropa biasanya meningkat menjelang musim panas, sekitar bulan Maret dan April. Oleh karena itu, pemohon disarankan mengajukan visa sedini mungkin, bahkan hingga 180 hari atau enam bulan sebelum tanggal keberangkatan, agar proses berjalan lebih tenang dan aman.

 

Ia juga menegaskan bahwa keputusan penerimaan atau penolakan visa sepenuhnya berada di tangan kedutaan besar atau konsulat negara tujuan. Tidak ada pihak mana pun, termasuk agen atau perantara, yang dapat mempengaruhi hasil maupun menjamin visa pasti disetujui. Janji kepastian visa patut dicurigai sebagai indikasi penipuan.

 

Selain itu, pemohon diimbau berhati-hati dalam melakukan pembayaran. Seluruh biaya pengajuan visa hanya dilakukan melalui situs resmi VFS Global atau langsung di Pusat Permohonan Visa. Permintaan pembayaran ke rekening pribadi atau melalui tautan tidak resmi merupakan tanda kuat adanya praktik penipuan.

 

Untuk menekan angka penipuan visa yang masih marak terjadi secara global, VFS Global terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kampanye kesadaran bertajuk #DoNotFallForFraud. Kampanye ini bertujuan membantu calon pemohon mengenali risiko serta memahami proses pengajuan visa yang benar dan aman.

 

Tips Menghindari Penipuan Visa

 

  • Ajukan permohonan visa sejak jauh hari
  • Jangan percaya janji visa pasti lolos
  • Lakukan pembayaran hanya melalui kanal resmi
  • Pelajari tahapan pengajuan visa sebelum mendaftar

 

(Keisha/MG)

 

Sumber : Kompas