Jangan Salah Makna, Ini Perbedaan Istilah Fatherless dan Daddy Issue
Ada perbedaan mengenai istilah fatherless dan daddy issue, berikut akan dipaparkan penjelasannya.
KamiBijak.com, Hiburan - Istilah fatherless dan daddy issue sering digunakan secara bergantian, padahal kedua istilah ini memiliki makna yang berbeda. Mengutip Daddyless Daughters, fatherless merujuk pada sebuah kondisi ketika seorang anak perempuan tumbuh tanpa kehadiran ayah yang konsisten, baik secara fisik maupun emosional. Sementara itu, menurut Verywell Mind, istilah daddy issue lebih mengarah pada dampak psikologis akibat hubungan yang tidak sehat dengan ayah atau figur ayah.
Apa Itu Fatherless?
Istilah fatherless tidak selalu menunjukkan kondisi seorang anak yang tidak pernah mengenal ayahnya. Seorang anak perempuan bisa disebut daddyless daughter jika sosok ayahnya meninggal, bercerai, dipenjara, atau meski tinggal serumah namun tidak pernah hadir secara emosional misalnya karena kecanduan alkohol, bersikap abusif, atau tidak terlibat dalam pengasuhan.
Ketiadaan figur ayah dapat memengaruhi perkembangan anak perempuan baik dari sisi emosional, sosial, bahkan biologis. Sebuah penelitian dalam Journal of Adolescent Health menunjukkan bahwa absennya keberadaan sang ayah bisa mempercepat pubertas pada anak perempuan, yang berdampak pada dinamika perkembangan psikoseksual mereka.
Apa Itu Daddy Issue?
Berbeda dengan fatherless, istilah daddy issue sebenarnya digunakan untuk menggambarkan masalah emosional dan pola hubungan yang muncul akibat pengalaman buruk dengan ayah. Menurut Verywell Mind, daddy issue tidak termasuk dalam diagnosis resmi dalam psikologi, tetapi lebih kepada istilah populer yang menggambarkan insecure attachment style.
Gejala umum daddy issue antara lain:
- Selalu mencari pasangan yang lebih tua atau figur ayah sebagai pengganti.
- Merasa cemburu berlebihan atau terlalu posesif dalam hubungan.
- Memiliki ketakutan ditinggalkan sehingga terus-menerus butuh kepastian.
- Cenderung mengulangi pola hubungan yang toksik karena merasa “familiar” dengan dinamika tersebut.
Ilustrasi ayah dan anak. (sumber: Unsplash/Zhen Yao)
Dampak Psikologis
Kedua kondisi ini sama-sama berpotensi memengaruhi kepercayaan diri, kesehatan mental, dan pola hubungan di masa dewasa. Fatherless cenderung menekankan pada penyebab, yakni ketiadaan figur ayah, sedangkan daddy issue menyoroti akibat atau dampak psikologis dari pola asuh yang tidak sehat.
Psikolog menekankan bahwa penting untuk membangun hubungan sehat dengan figur ayah atau ayah pengganti yang suportif untuk perkembangan anak. Meski begitu, terapi psikologis dapat dilakukan untuk membantu individu dengan daddy issue dalam mengatasi luka masa kecil, memperbaiki pola hubungan, serta membangun kepercayaan diri yang lebih sehat. (Irene)
Sumber: women.okezone.com
Video Terbaru
MOST VIEWED
