Hiburan

Tradwife vs Stay-at-Home Mom: Rahasia Gaya Hidup Perempuan yang Jarang Terungkap!

Temukan perbedaan mendasar antara tradwife dan stay-at-home mom, dari motivasi hingga filosofi hidupnya.

KamiBijak.com, Hiburan - Pernahkah Anda mendengar istilah “Tradwife” dan bertanya-tanya bedanya dengan Stay-at-Home Mom (SAHM)? Meski keduanya berfokus pada rumah tangga, filosofi, motivasi, dan tujuan hidup di balik masing-masing peran sangat berbeda. Memahami perbedaannya bisa membuka perspektif baru tentang pilihan hidup perempuan modern.


“Tradwife” adalah singkatan dari traditional wife atau traditional housewife. Seorang tradwife mempraktikkan peran gender dan pernikahan tradisional secara aktif, menekankan pekerjaan rumah tangga dan dukungan penuh pada suami sebagai pencari nafkah utama. Gaya hidup ini sering mengacu pada ideal abad pertengahan atau pertengahan abad ke-20, dengan penekanan kuat pada tugas domestik, penyerahan diri pada suami, dan penolakan nilai feminis modern. Beberapa tradwife bahkan mengadopsi pandangan ultrakonservatif atau terafiliasi dengan prinsip sayap kanan.

Gerakan tradwife populer sejak sekitar 2018, terutama di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Mereka menggunakan platform ini untuk menampilkan estetika khas, membagikan tips rumah tangga, dan mengkomodifikasi gaya hidup konservatif mereka kepada audiens luas.

Traditional Wife atau Tradwife. (Foto : Dok CNN)


Berbeda dengan tradwife, SAHM adalah ibu yang memilih fokus mengasuh anak dan mengelola rumah secara penuh waktu. Alasan menjadi SAHM beragam, mulai dari kebutuhan praktis, kondisi keluarga, hingga keputusan pribadi untuk hadir sepenuhnya bagi anak-anak. Peran mereka mencakup pengasuhan, pekerjaan rumah, manajemen keuangan, hingga koordinasi berbagai bantuan eksternal.

SAHM tidak selalu mengikuti ideologi tertentu. Mereka tidak harus menolak feminisme atau menjalankan peran gender kaku, melainkan membuat keputusan praktis dan personal untuk kesejahteraan keluarga. Di Amerika Serikat, sekitar 18% orang tua memilih tidak bekerja di luar rumah, menunjukkan keberagaman motivasi menjadi SAHM.

Figur stay-at-home-Mom. (Dok Boulo Solutions)


Perbedaan utama antara tradwife dan SAHM terletak pada motivasi dan filosofi. Tradwife mengadopsi peran gender tradisional karena keyakinan ideologis, menekankan ketergantungan finansial pada suami, dan sering memposisikan diri sebagai kontra-budaya terhadap feminisme modern. SAHM memilih tinggal di rumah karena alasan praktis atau pribadi, bukan karena ideologi tertentu, dan motivasinya lebih fleksibel, termasuk pemenuhan pribadi dan hadir bagi anak.

Selain itu, tradwife cenderung aktif mempromosikan gaya hidupnya secara publik dengan estetika yang dikurasi dan afiliasi politik tertentu. SAHM mungkin berbagi pengalaman di media sosial, tetapi biasanya tanpa agenda ideologis atau politik.

Singkatnya, meski sama-sama fokus pada rumah tangga, tradwife dan SAHM adalah dua identitas yang berbeda, dengan motivasi, filosofi, dan implikasi sosial yang unik. Memahami keduanya membantu melihat pilihan perempuan masa kini dari perspektif lebih luas. (Restu)

Sumber : Fimela