Berita

DNIKS Gerak Inklusif 2026 Salurkan 500 Tongkat Putih

DNIKS salurkan 500 tongkat putih guna dukung keselamatan dan kemandirian penyandang disabilitas netra.

KamiBijak.com, Berita – Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) melalui program bertajuk DNIKS Gerak Inklusif 2026 secara resmi menyalurkan sebanyak 500 tongkat putih bagi penyandang disabilitas netra. Penyaluran bantuan alat bantu mobilitas ini ditujukan secara khusus guna mendukung kemandirian, faktor keselamatan, serta meningkatkan aksesibilitas bagi para penyandang disabilitas netra dalam menjalankan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari mereka di tengah masyarakat.

Suasana penyerahan bantuan tongkat putih yang disalurkan melalui program DNIKS Gerak Inklusif 2026 untuk mendukung aktivitas harian penyandang disabilitas netra. (Foto: RRI)

Pelaksanaan penyaluran bantuan sosial tersebut dilakukan melalui skema kolaborasi yang erat bersama sejumlah instansi dan lembaga terkait, antara lain Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Kementerian Sosial di Bekasi, Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jakarta, serta berbagai organisasi penyandang disabilitas (OPDIS) meliputi Forkesi, Srikandi Berdaya, Pejuang Netra, dan AUDISI.

Ketua Umum DNIKS, Dr. H. Effendy Choirie, dalam keterangannya menyampaikan bahwa aksi nyata penyaluran tongkat putih ini merupakan wujud kepedulian sosial yang mendalam. Bantuan tersebut dihadirkan untuk memperluas kesempatan seluas-luasnya bagi para penyandang disabilitas netra agar dapat mengakses hak-hak dasar mereka, mulai dari bidang pendidikan, kesempatan kerja, hingga kehidupan bermasyarakat secara setara tanpa ada diskriminasi.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Kemensos Bekasi, BK3S Jakarta, serta organisasi penyandang disabilitas (OPDIS), yakni Forkesi, Srikandi Berdaya, Pejuang Netra, dan AUDISI,

ungkap Effendy Choirie menjelaskan sinergi lintas lembaga tersebut.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program DNIKS Gerak Inklusif 2026, RA. Loretta Kartikasari, menegaskan bahwa tongkat putih yang dibagikan tidak sekadar diposisikan sebagai alat bantu fisik untuk mobilitas semata. Lebih dari itu, tongkat tersebut merupakan sarana esensial pendukung kemandirian psikologis dan partisipasi aktif dalam kehidupan sosial.

Menurut Loretta, upaya besar dalam mewujudkan lingkungan yang benar-benar inklusif tentu harus selalu disertai dengan penyediaan fasilitas lingkungan yang aksesibel, ketersediaan transportasi publik yang ramah bagi penyandang disabilitas, serta peningkatan pemahaman masyarakat luas mengenai hak-hak fundamental penyandang disabilitas netra.

Menurut Loretta, upaya mewujudkan inklusi perlu disertai lingkungan yang aksesibel, transportasi publik yang ramah disabilitas, serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai hak-hak penyandang disabilitas netra,

tambahnya.

Seluruh rangkaian kegiatan penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian krusial dari implementasi empat pilar utama DNIKS Gerak Inklusif 2026. Keempat pilar tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, budaya dan hiburan, serta sektor ekonomi dan kewirausahaan. Seluruh program dalam pilar-pilar ini diarahkan secara strategis untuk memperluas kesempatan bagi para penyandang disabilitas dalam mengembangkan potensi diri serta meningkatkan taraf kualitas hidup mereka secara berkelanjutan.

Melalui penguatan kerja sama lintas lembaga serta pelibatan aktif organisasi penyandang disabilitas, pihak DNIKS menaruh harapan besar agar pendistribusian 500 tongkat putih ini mampu memperkuat akses mobilitas harian. Di samping itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mendorong terciptanya tatanan lingkungan sosial yang jauh lebih inklusif, aman, serta memberikan kesetaraan kesempatan bagi seluruh penyandang disabilitas netra di Indonesia.

Baca juga:

Meta Donasikan 1.000 Kacamata Pintar Berteknologi AI untuk Komunitas Disabilitas Singapura

Inisiatif penyaluran ini diharapkan mampu memicu lebih banyak pihak untuk turut ambil bagian dalam menciptakan ruang publik yang ramah serta memberikan dukungan nyata bagi mobilitas kawan-kawan penyandang disabilitas netra di berbagai daerah. (Fania/Magang)

Sumber: RRI.co.id

Fania